Usai Diskusi di ILC, Fadli Zon Tulis Puisi “Menonton Kedunguan”

0
1085
Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (foto:Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menulis sebuah puisi usai menjadi salah satu narasumber diskusi “Indonesia Lawyers Club” (ILC) di stasiun TV Swasta Nasional, TV One, yang tayang Selasa (5/12) malam.

Puisi yang nampaknya berupa ungkapan kegalauan Fadli melihat jalannya diskusi yang ia sebut saat acara “mengganggu intelektualitas kita” saat seorang narasumber berbicara yang tidak berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan terkait acara “Reuni 212” yang berlangsung pada Sabtu (2/12) lalu.

Dalam diskusi ILC yang diberi tema “212: Perlukah Reuni?”, diundang dua orang yang disebut oleh host ILC, Karni Ilyas, sebagai penggiat media sosial, yaitu Denny Siregar dan satu lainnya Permadi Arya yang memakai nama sebutan ustad Abu Janda di sosial media.

Entah puisi yang ditulis Fadli ditujukan kepada kedua orang tersebut, atau siapa. Namun yang jelas puisi ini telah di retweet ratusan kali oleh warganet dan di like sebanyak 1.367 akun, saat tulisan ini dibuat, Rabu (6/12).

Berikut puisi yang jadi viral tersebut;

Menonton Kedunguan
Oleh: Fadli Zon

Berapa lama lagi kau pertontonkan kedunguan
Dengan kepercayaan diri sempurna
Sambil kau rebahkan otakmu di comberan
mulutmu mengeluarkan suara
penuh kekosongan begitu hampa

Argumentasi sedangkal mata kaki
Angka-angka manipulasi
Berita bohong plus fitnah keji kau jadikan senjata
Mengotori dunia maya

Berapa lama lagi kau pertontonkan kedunguan
Di layar kaca atau di tengah kerumunan
Pameran kebodohan paripurna
Kalimat-kalimat miskin tak berisi
Berbaris caci maki
Pesan tak mutu banyak prasangka
Retorika nggak nyambung tuna logika

Aku rindu perdebatan bermakna
Polemik hebat di masa lalu
Ketika orang masih membaca
Mencari jalan kebenaran
Meniti peradaban.

(ARif R/Hrn)

Komentar

garam

Tingkatkan Kualitas, Pemkab Kembangkan 75 Hektar Lahan Garam Terintegerasi

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, mengembangkan 75 hektar lahan garam terintegrasi di dua kecamatan yaitu Labakkang dan Bungoro. "Tahun ini kami...

Legislator: Generasi Muda Lebih Suka Baca Status Daripada Buku

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mujib Rohmat prihatin dengan generasi muda yang lebih senang membaca status di media...
akun ustadz Somad disuspend

Akun Ustadz Somad Raib, Ini Protes Kang Emil ke Instagram

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jagad dunia maya dihebohkan dengan tiba-tiba lenyapnya akun instagram ulama terkemuka, ustadz Abdul Somad sejak hari ini, Ahad (25/2). Akun ustadz...

Drainase Buruk Sebabkan Jalan Protokol di Cianjur Banjir

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Sejumlah pengguna jalan menduga buruknya pembangunan drainase di sepanjang jalan protokol di Cianjur, Jawa Barat, sebagai penyebab banjir terutama ketika hujan...

BNPB: Bukit dengan Hutan Saja Tidak Cukup Cegah Longsor

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana longsor di Brebes, Jawa Tengah, harus...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...