Tapi Penembak Massal Itu Bukan Seorang Muslim….

2
184
Stephen Paddock, Marilou Danly
Pelaku penembakan massal Stephen Paddock (kiri), dan pasangannya Marilou Danly (kanan). (Foto: National Post)

(Oleh: Denny JA)

Dari jendela Mandalay Bay, hotel mewah.
Dari jiwa yang gelisah.
Dari pikiran yang gila tiba tiba.
Dari hati yang dibakar kecewa.
Meluncur ratusan peluru:
Derderder derder derder….
Suara senjata tak henti berbunyi.
Berkali kali.

Bukan bunyi itu benar yang nyeri.
Pentas musik juga sedang berbunyi.
Tapi astaga!
Kerumunan massa di Las Vegas, bergelimpangan.
Puluhan mati.
Ratusan luka.
Wahai, itu bukan sekedar bunyi.

Las Vegas berduka. Juga Amerika. 
Juga dunia.
Penembaknya:
– seorang tua, kaya raya, entah mengapa, dan ini temuan penting: Ia bukan seorang Muslim.

Jika saja penembak massal itu seorang Muslim.
Jika saja ia berteriak “Allahu Akbar” sebelum membunuh.
Jika saja ada jejak fotonya memegang Al-Quran.
Jika saja terlacak ia berkomunikasi dengan ISIS atau Al Qaedah, atau sejenisnya.
Jika saja ia dari Timur Tengah,
Reaksi dunia akan beda,
walau jumlah yang mati sama.

Jika saja penembak massal seorang Muslim,
Segera muncul dimana- mana: Save Las Vegas.”
Atau “Las Vegas adalah Saya.”
Social media akan jauh lebih heboh, rumput kering terbakar.

Handphone lebih menggeliat, meronta, berlomba suara.
Team hore lebih birahi, sahut-sahutan.
Para cerdik adu pandai menafsir ayat.

Jika saja penembak massal itu seorang Muslim.
Para politisi segera bersidang soal revisi UU teroris. 
Anggaran belanja negara ditata ulang untuk tahun depan.
Para aktivis siapkan proposal soal deradikalisasi agama.
Menjadi sibuk merancang seminar.
TV akan beda bunyi.
Koran akan beda cerita.

Jika saja penembak massal itu seorang Muslim.
Para pendongeng lebih berimajinasi.
Bulanpun disulap matahari.

Tapi pembunuh Massal itu bukan seorang Muslim.
Walau jumlah yang mati sama.
Walau pembunuh sama gila.
Dunia tak seheboh.

Terdiam Darta di pojok sana.
Dunia yang gila tak lagi terbuka mata:
Siapapun bisa gila,
apapun agama.

Oktober 2017

(Arif R)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
loading...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...