Inilah Sajak Jusuf Kalla Untuk Istrinya Yang Romantis Itu

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan ulah tahun perkawinannya dengan istrinya Mufidah Kalla yang ke 50 pada Ahad (27/8) kemarin. Dalam perayaan tersebut Pak JK -sapaan akrab wapres, membacakan sajak yang cukup panjang yang berisi perasaan dan curahan hatinya tentang istri yang telah menemaninya selama 50 tahun.

Dalam sajak tersebut, terungkap selama 50 tahun usia perkawinan, Pak JK baru lewat sajak ini bernai mengucapkan ‘I Love You’ kepada Ibu Mufidah.

Berikut sajak yang menggambarkan isi hati, pikiran, ketulusan dan kejujuran seorang JK. Polos, nasionalis religius, rendah hati, cerdas, kaya, dermawan dan kaya ide. Itulah JK yang mengawal negeri ini sepanjang hidupnya seperti merawat rumahnya;

SETENGAH ABAD YANG INDAH

Di hari minggu yang sama setengah abad yang lalu, kita duduk bersanding dengan penuh bahagia di aula hotel negara, Makassar yang pada waktu itu cukup terpandang. Sekarang sudah bubar itu hotel.

Setelah paginya akad nikah di rumah, yang dipenuhi para keluarga, itu hari terindah dalam hidupku.

Aku pertama kali melihatmu, waktu kita di SMA. Kita bersebelahan kelas. Karena kau adik kelasku. Aku terpesona dengan kesederhanaan mu. Walaupun kau sempat takut tak peduli padaku. Aku menyukaimu pada detik pertama aku melihatmu.

Tujuh tahun lamanya aku berusaha untuk mendekati dan meyakinkanmu. Tapi engkau seperti jinak-jinak merpati, sama dengan nama jalan di depan rumahmu. Antara mau dan tidak sering membingungkan tidak jelas. Aku bersabar berjuang dengan waktu. Namanya pacaran tapi kurang asyik seperti teman-teman saya lainnya.

Kemana-mana kau dikawal oleh adik adikmu kayak Paspampres saja. Walaupun aku punya Vespa tapi kamu enggak pernah mau dibonceng. Selama tujuh tahun kita hanya sekali nonton bioskop. itupun dengan teman temanmu. Sehingga untuk bisa memegang tanganmu saja, sangat sulit.

Tapi ku tahu hal yang sulit biasanya berakhir manis.

Akar budaya kita memang berbeda, antara Bugis dan Minang. Orang tuamu terkadang khawatir karena engkau anak perempuan satu satunya. Adiknya laki-laki semua.

Orang tuaku pula sering salah mengerti adat Minang. Kenapa perempuan lebih banyak menentukan. perbedaan yang nyaris menduakan kita.

Kalau ke rumahmu harus siap untuk sabar. Mendengar petuah bapakmu dengan suara yang pelan, seperti guru menasihati muridnya. Karena memang bapak dan ibumu juga guru. Aku ingin menemui mu tapi bapak mu menyembunyikan mu.

Kau baru dipanggil keluar kalau saya permisi pulang. sebenarnya itu termasuk perilaku yang kejam. Datang ke rumahmu sore hari sebelum magrib, begitu magrib aku berdiri dan azan dengan fasih. Keluar salat berjamaah yang diimami oleh bapak mu.

Ini juga penting dengan bapak mu aku juga lagi salat. Setelah tamat SMA kau bekerja di BNI. (lalu) kuliah sore. Sampai kuliah aku juga bekerja di kantor bapak ku, agar bisa sering terbang, sekali seminggu aku minta menjadi asisten dosen dan mengajar di kelas mu tanpa honor. semua itu agar bisa bertemu dengan mu, dan melihat senyummu.

Keras sekali perjuanganku tapi demi menatap mu.

Akhirnya kau luluh juga. ayahku akhirnya memahami perbedaan adat kita, selain ibuku dan sahabatnya memberi nasihat. Mungkin juga setelah membaca buku Hamka, tenggelamnya kapal Van der Wijk.

Semua itu karena untuk melihat senyum mu.

Saat orang tuaku melamarmu untuk jadi istriku, aku melihat cakrawala tersenyum perjuangan cinta bertahun-tahun yang berbuah manis.

Setelah kita menikah aku menjalankan perusahaan ayahku. kau sekretaris, merangkap keuangan karena kita belum bisa, memegang pegawai tambahan.

Di samping mengasuh anak dan mengurus rumah dengan baik, anak-anak kita kau asuh sendiri tanpa suster-suster seperti cucu kita sekarang.

Selama 50 tahun kau chef terbaik yang ku kenal, karenanya kita jarang makan di restoran. di kantor pun setiap hari kau kirim makanan.

Teman teman selalu menunggu apa yang akan kau hidangkan.
Kau tahu cintamu terus mengitari ku karena hidangan yang kau buat.

50 tahun kita jalani 33 tahun di Makassar dan 17 tahun di Jakarta. sungguh suatu perjalanan yang panjang.

Kita jalani hidup tanpa tanpa berubah kecuali Aku suka kesederhanaanmu sejak pertama aku melihat mu dan sekarang kesederhanaan mu terindah. Secara ekonomi gaji pejabat negara tidak besar. Termasuk Bapak Jokowi.

Lebih besar hasil usaha mu yang bermacam macam, sampai tambak udang menelepon dari meja riasmu. Mungkin perpaduan semangat Minang dan Bugis yang kau alami. Kau perempuan hebat istriku.

Dalam aura kesederhanaan mu tersimpan energi yang dahsyat. Orang Bugis tak fasih berkata kata indah. Kecintaannya ditunjukkan oleh perilaku, bahasa tubuh, dan senyumnya. Untuk romantis pun aku tak pandai ucapkan dengan kata kata.

Karena itu aku minta maaf kepadamu, karena selama 50 tahun aku tak pernah beri bunga sambil berucap i love you.

(Arif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Prosesi Pernikahan Adat Jawa yang Sarat Makna Sakral

Pernikahan adat biasanya sarat akan makna dan doa. Harapan diamini di setiap prosesi yang dilaksanakan.