Titiek Soeharto dan Masyarakat Jawa di Jakarta

JAKARTA – Ketika politikus Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi yang akrab disebut Titiek Soeharto mendukung Anies-Sandi, banyak kalangan bertanya, masih adakah “pasukan” Titiek dibelakangnya. Karena era orde baru sudah purna.

Titiek sebagai anggota DPR-RI dan pengurus DPP Golkar, adalah posisi yang strategis. Dan tidak bisa begitu saja disepelekan. Karena itu, Ketua Umum Golkar sempat marah dan akan memanggil karena tindakannya dianggap melanggar AD-ART Partai. Walau sampai hari ini panggilan itu tidak dilakukan juga.

Ketika masyarakat menghadapi kesulitan kehidupan, harga cabai, daging dan bahan kebutuhan pokok yang mahal, kadang menjadikan orang rindu dengan Presiden kedua Indonesia, Soeharto. Maka kehadiran Titiek yang sangat dekat dengan masyarakat menjadi representasi rasa rindu itu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyuono, menilai dukungan Titiek ke Anies Sandi sangat siginifikan.

“Bu Titiek juga merupakan tokoh politik wanita yang bersih dan banyak membantu perbaikan kehidupan masyarakat. Belum lagi masyarakat Jakarta yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat yang sudah tidak asing dengan sosok Titiek Suharto, “ ” kata Arief, Senin (27/2).

“Beliau satu-satunya puteri Soeharto yang terjun di dunia politik yang lebih banyak mengunakan kedudukan politiknya untuk membantu masyarakat, dibandingkan untuk kepentingan dirinya,” tambah Arief.

EDITOR: Yus Arza

3 KOMENTAR

  1. Subahanallah, semoga Bu. Titiek Suharto, di rahmati, disehatkan, dipanjamgkan umurnya dan dirhidoi Allah, Kami rindu dgn Bapak Pembangunan Kami, apakah ada rakyat Indonesia yg bisa seperti BELIAU yg memimpin negeri dgn BAIK, semoga ada keturunan BELIAU yg dapat menggantikannya. Aamiin Allahummah Aamiin

  2. Alhamdulillah… Semoga Bu Titiek sehat dab senantiasa dekat,mengerti dan membantu Masyarakat kalangn kurang mampu dan mempersatukan NKRI.aamiin
    Maju Bu Titiek perjuangkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.