Target Menang Besar di Kaltim, Jokowi “Ancam” Jika Perolehan Suara di Bawah 70 Persen

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID – Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi mentarget memperoleh kemenangan besar di Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Jokowi saat kampanye terbuka di gedung Dome Sport Center, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (28/3).

Menurut Jokowi, berdasarkan hasil Pilpres 2014 di Kaltim yang dimenangkan dengan 63 persen suara, maka ia menilai para pendukungnya mampu mencapai minimal 70 persen suara pada Pilpres 2019.

“Tadi pak ketua (TKD) menyampaikan minimal 70 persen, nanti tanggal 17 (April) sore saya telpon ketua…akan menanyakan berapa kita di Kaltim…kalo di bawah 70, awas,” kata Jokowi sambil berkelakar di hadapan puluhan ribu massa pendukung yang memadati Dome Sport Center, Balikpapan.

Jokowi Ajak Pendukung Kampanye Door to Door

Jokowi didampingi Iriana Jokowi saat kampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Selasa (26/3/2019). (foto:istimewa)

Untuk itu, Jokowi meminta semua pendukungnya untuk melakukan kampanye door to door, ketuk pintu dari rumah ke rumah untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait kinerja pemerintahannya selama lima tahun ini.

Kampanye door to door tersebut, kata Jokowi, juga untuk menepis berbagai isu-isu negatif yang menyerangnya, seperti larangan adzan, kawin sejenis dilegalkan serta dihapusnya pendidikan agama dari kurikulum sekolah.

“Itu fitnah, hoaks, itu bohong…harus diluruskan,” kata Jokowi yang didampingi istrinya, Iriana Jokowi saat kampanye terbuka di Kalimantan Timur.

Jokowi Janji Bawa Indonesia Jadi Negara Maju

Capres nomor urut 02, Jokowi saat kampanye terbuka di Banjarmasin, Rabu (27/3/2019). (foto:istimewa)

Jokowi juga menjanjikan akan membawa Indonesia hijrah menjadi negara maju, dari saat ini sebagai negara berkembang.

“Makanya kita bangun infrastruktur agar memperkuat fondasi, agar bisa bersaing dengan negara lain,” katanya.

Mantan Walikota Solo ini mengatakan sumber daya manusia Indonesia sudah bagus sehingga bisa menjadi pondasi kokoh, menjadi negara maju.

Jokowi Ajak Pendukung Pakai Baju Putih Saat Datang ke TPS

Foto sebuah surat yang berisi imbauan capres Jokowi untuk datang ke TPS berbaju putih. (SERUJI)

Jokowi kembali berpesan di akhir orasinya bahwa pada 17 April mengajak semua keluarga dan teman untuk mengenakan baju putih dan menyukseskan pemilu serentak 2019.

“Saya yakin, Insya Allah kalau kita semua bekerja keras, bersatu nanti di Kaltim Insya Allah di atas 70 persen,” harap Jokowi.

Dalam kampanye terbuka di Balikpapan ini, Jokowi didampingi Ketua TKN Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, tokoh pergerakan wanita yang juga putri almarhum Gus Dur Yenny Wahid.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.