Sidang Ahok: Majelis Hakim Tegur Saksi dari Polisi

206

Jakarta.Seruji.Com — Saat ini persidangan masih dalam pemeriksaan terhadap saksi Briptu Ahmad Hamdani (Polresta bogor) selaku pihak yang mencatat pengaduan dari pelapor Ahok.

Saksi Briptu Ahmad Hamdani pada kesaksiannya sempat ditegur oleh Majelis Hakim karena tidak tegas dalam menjawab pertanyaan soal pencatatan tanggal pelapor saat menyaksikan video Ahok.

Pada pertanyaan Majelis hakim kepada Briptu Ahmad Hamdani dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan (17/01)

“Sebelum ditandatangani ada beberapa koreksi, apakah tanggal 6 September menjadi Oktober?”

Jawab dari Briptu Ahmad Hamdani, “Kurang tahu”.

Majelis Hakim lagi-lagi bertanya soal permasalahan tanggal pelapor Willyudin menonton video Ahok saat berada di Kepulauan Seribu yang ditulis 6 September 2016. Kebetulan Willyudin di hadirkan kembali di persidangan ini, yang langsung di dikonfrontir dengan Briptu Ahmad mengaku melihat video pada 6 Oktober. “Jadi tanggal dikoreksi pelapor?” tanya hakim.

Lagi-lagi jawaban dari Briptu Ahmad Hamdani “Kurang tahu” kepada Majelis Hakim, jawaban tersebut hanya mengulang-ulang jawaban yang sama atas pertanyaan sebelumnya.

Lantaran mendengarkan jawaban yang diberikan oleh Briptu Ahmad Hamdani, membuat Majelis Hakim menegur Briptu Ahmad. Majelis Hakim mengingatkan kepada Briptu Ahmad Hamdani pentingnya keterangan pelaporan polisi dibuat sesuai fakta tanpa ada kesalahan penulisan, karena sebelumnya ada kesalahan penulisan yang seharusnya pizza hut menjadi fitsa hats.

Majelis Hakim menegur “saudara sudah disumpah, jangan ketawa-ketawa begitu, kalau saudara tidak ingat itu lupa, saudara mengerti bahasa Indonesia saya kira. Saya menerima laporan ini fatal nanti.” (JM)

Reporter : HKY CH
Editor : HKY CH

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama