Sebelum Mencoblos, Emil dan Arumi Ziarah ke Makam Keluarga

TRENGGALEK, SERUJI.CO.ID – Cawagub Emil Elestianto Dardak dan istrinya Arumi Bachsin melakukan ritual sungkeman ke orang tua dan ziarah makam keluarga eyangnya sebelum menggunakan hak pilih “mencoblos” di tempat pemungutan suara (TPS) 06, Kelurahan Ngantru, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (27/6).

Kompak mengenakan setelan hitam putih, Emil yang masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini mengawali rangkaian kegiatan menjelang coblosan dengan meminta restu ke kedua orang tuanya, Hermanto Dardak dan Sri Widayanti juga sang paman yang setia mendampingi, Zainal Abidin.

Kegiatan sungkeman dilakukan di rumah keluarga di jalan Wachid Hasyim No. 10, Kelurahan Ngantru, Trenggalek sebelum dilanjutkan dengan berziarah ke makam eyang dan buyut Emil di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Setono Bagong, Kelurahan Ngantru.

“Sebelum saya melakuan pencoblosan, terlebih dahulu saya ziarah ke makam eyang sebagai ritual memohon restu,” kata Emil dikonfirmasi di sela kegiatan jelang coblosan.


Di lokasi makam kakeknya Mochammad Dardak dan eyang putri serta buyut, Emil melakukan ritual tabur bunga dan berdoa.

“Sudah menjadi tradisi sejak dahulu bahwa saya selalu sungkem sebelum berangkat (pencoblosan). Ketika pilkada lalu, saya juga sungkem sebelum berangkat,” ucap Emil Dardak.

Turut serta dalam acara ziarah itu kedua orang tuanya, Hermanto Dardak dan ibu, Sri Widayanti serta sang paman Zainal Abidin yang membantu memimpin doa.

“Saya berdoa di makam eyang saya, karena beliau juga mempunyai nilai sejarah pembangunan di Trenggalek, eyang saya termasuk pendiri Masjid Agung Trenggalek, dan menjadi imam masjid kala itu,” ungkap Emil Dardak.

Kemudian, setelah ziarah makam usai, Emil Dardak kembali ke rumahnya yang berada di jalan Wahid Hasim kabupaten Trenggalek, Jawa Timur untuk menerima tamu dari perwakilan KPPS Ngantru.

Emil dan istri, Arumi Bachsin sebelumnya terdaftar di TPS 03 Kelurahan Surondakan, Trenggalek.

Namun, menjelang coblosan Emil memilih pindah lokasi penyaluran hak suaranya bersama sang istri di TPS 05 Kelurahan Ngantru.

“Saya putuskan untuk pindah lokasi coblosan karena kami berangkat dari rumah keluarga di jalan Wachid Hasyim, Kelurahan Ngantru. Kalau kemarin kan terdaftarnya karena saya tercatat tinggal di rumah dinas (bupati). Tapi saya pikir akan lebih afdol jika saya berangkat dari rumah keluarga eyang di sini daripada dari rumah dinas. Supaya tetap netral ya,” tutur Emil. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sandiaga: Layanan Kesehatan Bagi Warga Miskin Jakarta Masih Belum Layak

"Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya masyarakat kurang mampu di Jakarta, yang masih belum terpenuhi pelayanan kesehatan yang layak," kata Sandiaga

Terekam Video, Polisi China Borgol dan Tutup Mata Ratusan Muslim Uighur

Ratusan pria muslim dari etnis Uighur terekam sebuah video sedang diborgol dan ditutup matanya sambil diawasi sekelompok polisi China. Diduga para pria tersebut akan digiring ke suatu lokasi yang kemungkinan adalah kamp-kamp penahanan.

Tren Pemasangan Iklan Jual Ruko di Lamudi Meningkat

Dari data jumlah iklan ruko yang dipasang di portal properti Lamudi.co.id menyebutkan, pada tahun 2017 ada 3.801 iklan, kemudian tahun 2018 ada 3.926 iklan, lalu tahun 2019 meningkat tajam menjadi 5.557 iklan ruko yang dipasang.

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi