Sandiaga Ajak Ponpes di Madura Terapkan Swasembada

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai pondok pesantren berpotensi menjadi penggerak ekonomi di Madura, karena dari pondok pesantren bisa melakukan praktik swasembada.

“Agar ekonomi Madura lebih baik, bekerja sama dengan pondok pesantren yang tersebar di Madura bisa melalui pendekatan pilot basis, bisa swasembada energi pangan dan air,” kata Sandi ditemui wartawan usai menghadiri acara penghargaan Moeslim Choice Awards di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (12/12).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menilai selama empat tahun terakhir warga Madura kerap mengeluh sulit mendapat pekerjaan, padahal industri garam sangat potensial, hanya belum dioptimalkan.

Ia yakin pondok pesantren dapat mengelola lahan dengan baik apabila didorong dengan kebijakan yang tepat, apalagi jumlahnya banyak di Madura.

“Pesantren itu bisa kalau dikelola dengan baik. Kalau pesantren aja bisa swasembada pangan, ini merupakan satu sinyal yang sangat kuat bahwa pemerintah juga bisa swasembada pangan,” ujarnya.

Terkait tantangan memenangkan hati masyarakat Madura, Sandiaga menyebut ia tidak melihatnya sebagai pertempuran, melainkan adu konsepsi ekonomi di Madura yang memiliki potensi luar biasa.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong kegiatan membangun bangsa dengan pendekatan kemandirian melalui kewirausahaan.

Sebelumnya, pernyataan La Nyalla itu dilontarkan saat mantan politikus Gerindra tersebut berkunjung ke kediaman cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin. La Nyalla, yang total mendukung Jokowi-KH Ma’ruf, sesumbar akan memotong lehernya jika Prabowo menang di Madura.

“Potong leher saya kalau Prabowo menang di Madura. Sebab dulu Prabowo menang karena orang percaya isu Pak Jokowi PKI. Begitu sekarang dibuka bahwa itu tidak benar sama sekali, kondisinya akan kebalik,” kata La Nyalla. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER