Sampaikan Pidato Politik, Kembali Ketum PSI Tuding Prabowo-Sandi Sebar Hoaks

92
203
  • 296
    Shares
survei Pileg 2019
Grace Natalie, Ketua Umum PSI.

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkhawatirkan munculnya fenomena pertunjukan politik penuh kepalsuan dan kebohongan, berisi narasi fitnah dan prasangka, yang disebut The Prabowo Show.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam pidato politik pada acara Festival 11 yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (11/1) malam.

Di awal pidatonya, Grace berbicara soal gejala politik yang kini kondisinya mengkhawatirkan, yaitu terdapat fenomena politik yang didirikan di atas panggung kepalsuan dan kebohongan, dengan narasi fitnah dan prasangka. Dalam hal ini, Grace mengungkit kiprah pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno yang dinilainya berulang kali menyebarkan hoaks.

“Pertama, di Juli 2018, Prabowo dua kali melontarkan tuduhan tanpa dasar,” kata Grace dalam pidatonya, Jumat (11/1).

Baca juga: Buntut Kebohongan Award, Empat Kader PSI Dipolisikan

Saat itu, sebut Grace, Ketua Umum Partai Gerindra itu membeberkan data salah mengenai angka kemiskinan. Prabowo menyebut selama lima tahun terakhir, kurang-lebih 50 persen rakyat Indonesia hidupnya tambah miskin.

Faktanya, menurut Grace, data BPS menunjukkan bahwa jumlah orang miskin pada Maret 2018 ialah 25,95 juta jiwa atau 9,82 persen.

“Jumlah orang miskin Indonesia saat ini adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” tegasnya.

Kebohongan kedua, kata Grace, ialah pernyataan bahwa saham Pertamina sebagian sudah dijual, dan Garuda, PLN, dan Perusahaan Gas Negara bangkrut, juga BRI banyak utang.

Baca juga: Dituding PSI Pakai Isu Kebohongan dan Agama, Gerindra Akan Tuntut ke Pengadilan

Faktanya, menurut Grace, nilai aset BUMN selama tiga tahun terakhir naik tiga ribu triliun rupiah dan tercatat bahwa laba BUMN keseluruhan meningkat terus setiap tahunnya.

Kemudian, kata Grace, September 2018, Prabowo mengatakan Indonesia terancam jadi negara miskin selamanya. Lagi-lagi, menurutnya, Prabowo telah menebar kebohongan kepada masyarakat.

“Karena faktanya sejak 2003 kita sudah masuk negara berpenghasilan menengah bahkan diproyeksikan akan menjadi negara berpenghasilan menengah atas pada 2024 nanti, bukan lagi negara miskin,” katanya.

Di Oktober 2018, kata Grace, Prabowo berbohong sebanyak tiga kali. Pertama ketika menyebut 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan.

Baca juga: Soal Kebohongan Award, BPN: PSI Alay Politik yang Caper

“Faktanya, lima puluh dua juta orang atau 22 persen penduduk Indonesia masuk golongan kelas menengah. Bahkan, klaim Prabowo tersebut sudah dibantah oleh Bank Dunia,” kata Grace.

Kemudian bohong kedua di Oktober, soal foto Ratna Sarumpaet. Dan bohong ketiga, soal gini ratio Indonesia 0,454.

“Faktanya gini ratio kita berada di angka 0,389,” kata Grace.

Selain menyinggung Prabowo, Grace juga menyinggung soal Sandi. Menurutnya, Sandi juga dinilai gemar berbohong selama 2018.

Contohnya saja, Grace menjelaskan, ketika Sandi menyebut bahwa tempe kini setipis ATM, uang seratus ribu hanya cukup untuk beli bawang dan cabe, harga nasi ayam di Jakarta lebih mahal ketimbang di Singapura.

“Ada dua kemungkinan, Sandiaga tidak menguasai lapangan atau memang ia sengaja berbohong,” ucapnya.

Adanya berbagai kebohongan yang dilontarkan pasangan Prabowo-Sandi, Grace lantas mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam dan mengingat kembali adegan demi adegan kebohongan The Prabowo Show.

“Partai Solidaritas Indonesia percaya, obat terbaik melawan kebohongan dan hoaks adalah menyebarkan sebanyak mungkin kebenaran. Ruang sosial media tidak boleh jatuh ke tangan para pembohong, tukang fitnah dan penyebar hoaks. Itulah alasan kenapa PSI tidak akan pernah diam,” tegasnya.

Acara Festival 11 tersebut dihadiri oleh sekitar 1000 peserta yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI di seluruh Indonesia. (SU05)

Loading...

92 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU