Saksi Ahli: Ahok Sengaja Menista Alquran

JAKARTA – Salah satu saksi ahli dalam persidangan kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok, Selasa (21/2), adalah Prof Dr Yunahar Ilyas. Dia dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai ahli tafsir dan bahasa. Yunahar adalah ketua PP Muhammadiyah dan menjadi saksi ahli kedua. Dalam kesaksiannya, Yunahar menjelaskan bahwa Ahok telah sengaja menista Alquran.

“Ucapannya yang menyebutkan kalau ‘dibohongi pakai Al-Maidah 51’ berarti Al-Madiah 51 itu sebagai alat untuk berbohong. Alquran itu kitab benar. Yang memberatkan dari kalimat itu adalah adanya kata-kata ‘dibohongi’. Itu yang membuat saya menyatakan itu penistaan,” jelas Yunahar.

Yunahar juga menilai, dari kalimat pidato Ahok tersebut telah menganggap orang-orang seperti ulama yang menggunakan Surat Al-Maidah ayat 51 itu adalah pembohong.

“Di situ ada orang yang menyampaikan Al Maidah. Orang yang paling punya otoritas adalah ulama. Maka ada penghinaan terhadap ulama. Apakah orang yang menggunakan surat itu tukang bohong. Nanti kalau menggunakan Surat Al Maidah 51 itu saja mem‎bohongi masyarakat. Tak peduli itu ulama atau orang biasa disebut tukang bohong. Seakan-akan surat itu alat membohongi dan masyarakat yang menerima ajaran surat itu, dibohongi,” tegas Yunahar.

Selain itu, menurut Yunahar Ilyas, tidak sembarang orang bisa dan berhak menafsirkan isi Alquran. Ada syarat yang harus dipenuhi orang-orang yang boleh menafsirkan Alquran.

“Aulia tidak cukup dipahami dengan hanya terjemahan. Bisa terjadi perbedaan penafsiran itu biasa saja. Dia harus bisa menguasai Bahasa Arab, bagaimana dia bisa menafsirkan Alquran.  Apabila dia tidak menguasai Ulumul Quran termasuk di dalamnya Ulumul Tafsir, dia harus tahu Ilmu Fiqih karena Alquran berbicara tentang hukum. Dia juga harus menguasai Sirah Nabawiyah karena nabi yang membawa Alquran kepada umatnya,” lanjutnya.

Dalam kesaksian Yunahar Ilyas, tim kuasa hukum Ahok tidak mengajukan pertanyaan karena dianggap sebagai perwakilan MUI Pusat. Seperti diketahui, Yunahar selain menjabat ketua PP Muhammadiyah, juga sebagai wakil ketum MUI Pusat.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terima Kasih Ahok!

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER