Saksi Ahli: Ahok Sengaja Menista Alquran

0
120
Saksi ahli Prof Dr Yunahar Ilyas di persidangan Ahok. (Foto: Syahrul Barkah)

JAKARTA – Salah satu saksi ahli dalam persidangan kasus penistaan agama Islam dengan terdakwa Ahok, Selasa (21/2), adalah Prof Dr Yunahar Ilyas. Dia dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai ahli tafsir dan bahasa. Yunahar adalah ketua PP Muhammadiyah dan menjadi saksi ahli kedua. Dalam kesaksiannya, Yunahar menjelaskan bahwa Ahok telah sengaja menista Alquran.

“Ucapannya yang menyebutkan kalau ‘dibohongi pakai Al-Maidah 51’ berarti Al-Madiah 51 itu sebagai alat untuk berbohong. Alquran itu kitab benar. Yang memberatkan dari kalimat itu adalah adanya kata-kata ‘dibohongi’. Itu yang membuat saya menyatakan itu penistaan,” jelas Yunahar.

Yunahar juga menilai, dari kalimat pidato Ahok tersebut telah menganggap orang-orang seperti ulama yang menggunakan Surat Al-Maidah ayat 51 itu adalah pembohong.

“Di situ ada orang yang menyampaikan Al Maidah. Orang yang paling punya otoritas adalah ulama. Maka ada penghinaan terhadap ulama. Apakah orang yang menggunakan surat itu tukang bohong. Nanti kalau menggunakan Surat Al Maidah 51 itu saja mem‎bohongi masyarakat. Tak peduli itu ulama atau orang biasa disebut tukang bohong. Seakan-akan surat itu alat membohongi dan masyarakat yang menerima ajaran surat itu, dibohongi,” tegas Yunahar.

Selain itu, menurut Yunahar Ilyas, tidak sembarang orang bisa dan berhak menafsirkan isi Alquran. Ada syarat yang harus dipenuhi orang-orang yang boleh menafsirkan Alquran.

“Aulia tidak cukup dipahami dengan hanya terjemahan. Bisa terjadi perbedaan penafsiran itu biasa saja. Dia harus bisa menguasai Bahasa Arab, bagaimana dia bisa menafsirkan Alquran.  Apabila dia tidak menguasai Ulumul Quran termasuk di dalamnya Ulumul Tafsir, dia harus tahu Ilmu Fiqih karena Alquran berbicara tentang hukum. Dia juga harus menguasai Sirah Nabawiyah karena nabi yang membawa Alquran kepada umatnya,” lanjutnya.

Dalam kesaksian Yunahar Ilyas, tim kuasa hukum Ahok tidak mengajukan pertanyaan karena dianggap sebagai perwakilan MUI Pusat. Seperti diketahui, Yunahar selain menjabat ketua PP Muhammadiyah, juga sebagai wakil ketum MUI Pusat.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...