Saksi Pedri Tegaskan Ahok Memang Menistakan Agama

44

Jakarta, Seruji.com—Sidang kasus penistaan agama kembali digelar hari ini (10/1) di Auditorium Kementerian Pertanian Ragunan Jakarta Selatan dengan agenda keterangan saksi. Dalam sidang ini, dari lima saksi yang dipanggil Jaksa Penuntut Umum, hadir tiga orang.yakni Pedri Kasman, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah; Wahyudin Abdul Rasyid dari MUI Bogor, dan Burhanuddin.

Saat tampil sebagai saksi, Pedri Kasman menyerahkan berbagai bukti kepada Majelis Hakim. Bukti yang diserahkan diantaranya rekaman video pidato Ahok di Kepulauan Seribu, berbentuk kepingan CD yang berdurasi 1 jam lebih.

Saksi juga menyerahkan bukti lainnya yaitu e-book yang di tulis terdakwa Ahok yang berjudul “Merubah Indonesia”, serta rekaman video yang ia unggah dari youtube tentang pidato Gubernur DKI non aktif saat berada di kantor Nasdem pada tanggal 21 september 2016 lalu.

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam kesaksiannya menegaskan kepada Majelis Hakim, Ahok telah menistakan Al Qur’an, kitab suci ummat Islam. Selain itu, Ahok disebut juga menyinggung surah al-Maidah ayat 51 pada pidatonya di kantor Nasdem, tetapi tidak di jelaskan secara detail isi video tersebut.
“Terdakwa yang bukan beragama Islam tidak memiliki ranah tentang hal tersebut (menyebut jangan mau dibohongin pakai surah al-Maidah ayat 51). Perkataan tersebut membuat saya tersinggung,” ujar saksi.

Ditambahkan, karena kata dibohongin merupakan kata negatif yang dikaitkan ke Al Qur’an, itu adalah hal yang sangat sensitif yang sangat mendasar bagi mereka yang berkeyakinan. (jml)

Keterangan foto: Suasana para pendukung kawal fatwa MUI diluar persidangan. (foto Diana Antermal)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama