Saksi Pedri Tegaskan Ahok Memang Menistakan Agama

Jakarta, Seruji.com—Sidang kasus penistaan agama kembali digelar hari ini (10/1) di Auditorium Kementerian Pertanian Ragunan Jakarta Selatan dengan agenda keterangan saksi. Dalam sidang ini, dari lima saksi yang dipanggil Jaksa Penuntut Umum, hadir tiga orang.yakni Pedri Kasman, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah; Wahyudin Abdul Rasyid dari MUI Bogor, dan Burhanuddin.

Saat tampil sebagai saksi, Pedri Kasman menyerahkan berbagai bukti kepada Majelis Hakim. Bukti yang diserahkan diantaranya rekaman video pidato Ahok di Kepulauan Seribu, berbentuk kepingan CD yang berdurasi 1 jam lebih.

Saksi juga menyerahkan bukti lainnya yaitu e-book yang di tulis terdakwa Ahok yang berjudul “Merubah Indonesia”, serta rekaman video yang ia unggah dari youtube tentang pidato Gubernur DKI non aktif saat berada di kantor Nasdem pada tanggal 21 september 2016 lalu.

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam kesaksiannya menegaskan kepada Majelis Hakim, Ahok telah menistakan Al Qur’an, kitab suci ummat Islam. Selain itu, Ahok disebut juga menyinggung surah al-Maidah ayat 51 pada pidatonya di kantor Nasdem, tetapi tidak di jelaskan secara detail isi video tersebut.
“Terdakwa yang bukan beragama Islam tidak memiliki ranah tentang hal tersebut (menyebut jangan mau dibohongin pakai surah al-Maidah ayat 51). Perkataan tersebut membuat saya tersinggung,” ujar saksi.

Ditambahkan, karena kata dibohongin merupakan kata negatif yang dikaitkan ke Al Qur’an, itu adalah hal yang sangat sensitif yang sangat mendasar bagi mereka yang berkeyakinan. (jml)

Keterangan foto: Suasana para pendukung kawal fatwa MUI diluar persidangan. (foto Diana Antermal)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

The SOMAD Power

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

“Tuhan Baru” Bernama Seks Bebas