Restui Gerakan #2019PilpresCeria, Kiai Sepuh Berkumpul Sikapi Perkembangan Politik


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kiai-kiai sepuh Jawa Timur berkumpul di kediaman Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf di Surabaya, untuk menyikapi perkembangan politik terkini dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). Pertemuan tersebut sekaligus sebagai ajang silaturahim.

“Pertemuan ini silaturahim dan agenda rutin membahas perkembangan politik sehingga suasana tetap kondusif,” ujar Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul ini, kepada wartawan disela pertemuan, Senin (17/9).

Beberapa kiai yang hadir antara lain KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli dari Pesantren Ploso, Mojo, Kediri, KH Miftachul Ahyar dari Surabaya, KH Anwar Iskandar dari Al Amin Kediri, KH Idris Hamid dari Pasuruan, KH Nawawi Abdul Djalil dari Pasuruan dan KH Anwar Mansyur dari Lirboyo Kediri.

Baca juga: Ingin Pilpres 2019 Kedepankan Akal Sehat, Ngopibareng Gelar #2019PilpresCeria

Selain itu, turut hadir KH Ubaidillah Faqih dari Langitan Tuban, KH Nuruddin Abdurahman dari Bangkalan, KH Safiudin Wahid dari Sampang, KH Fakhrillah Aschal serta sejumlah ulama dan kiai sepuh lainnya.

Gus Ipul, yang juga salah seorang Ketua PBNU tersebut mengakui belum semua kiai memutuskan kepada siapa arah dukungan di Pilpres mendatang, tapi ada juga yang sudah mendukung Jokowi maupun Prabowo Subianto.

Kendati demikian, imbuhnya, bagi para kiai yang sudah memutuskan untuk mendukung pasangan calon sepakat untuk saling menghormati dan tidak terjebak di perselisihan.

“Para kiai umumnya juga masih melakukan ijtihad politik berdasarkan akal sehat, dicermati beberapa bulan ke depan, baru kemudian dipilih mana yang lebih bermanfaat untuk umat,” katanya.

Baca juga: Waktu Masih Panjang, Mahfud Ajak Buat Neraca Capres Yang Layak Dipilih

Di sisi lain, para kiai juga merestui gerakan #2019PilpresCeria yang dideklrasikan hari ini, Senin (17/9), dan berharap proses demokrasi tahun depan berjalan penuh kedamaian serta keceriaan, sekaligus mengakhiri aksi saling “serang” kedua kubu.

Sementara itu, pengasuh Pesantren An Nur Bululawang I, Malang, KH Ahmad Fahrur Rozi yang ikut pada pertemuan tersebut mengakatakan para kiai saling memberikan masukan dan mendengarkan saran dari para kiai yang telah didatangi, baik dari kubu Jokowi maupun Prabowo.

“Musyawarah ini mendengarkan laporan ulama yang sudah melakukan komunikasi dengan pihak lain. Ada yang komunikasi dengan Prabowo, tapi ada juga dengan Jokowi,” kata Gus Fahrur, sapaan akrabnya. (Ant/SU01)

3 KOMENTAR

  1. kite-kite pendukung prabowo-sandi mah ceria-ceria aja, buktinya kite-kite ga rese kalo pendukung jokowi ngadain deklarasi. buktinya ???? kie-kite ga pernah menghadang apalagi mempersekusi bak preman jalanan dan melontarkan tuduhan ini dan itu terhadap mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close