Waktu Masih Panjang, Mahfud Ajak Buat Neraca Capres Yang Layak Dipilih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengajak masyarakat membuat neraca dan perhitungan pasangan calon Presiden-Wakil Presiden yang akan dipilih pada Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, menurut Mahfud waktu untuk menentukan pilihan masih tersedia cukup panjang.

“Masih ada waktu tujuh bulan untuk kita membuat neraca dan perhitungan, siapa calon pemimpin yang layak memimpin negara ini,” kata Mahfud MD saat seminar nasional #2019PilpresCeria di Surabaya, Senin (17/9).

Pria yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengajak masyarakat berhitung dengan penuh keceriaan dan berhitung cerdas agar tidak salah dalam memilih pemimpin Indonesia periode 2019-2024 mendatang.

“Memang kita harus memilih yang terbaik dari yang terbaik. Tapi bisa juga memilih yang buruknya paling sedikit. Jangan golput, karena nanti bisa terpilih pemimpin yang tidak baik,” ujar Mahfud.

Baca juga: Ingin Pilpres 2019 Kedepankan Akal Sehat, Ngopibareng Gelar #2019PilpresCeria

Mahfud juga berharap masyarakat memilih pemimpin dengan tetap mengedepankan persaudaran bukan permusuhan.

Soal pilihannya, Mahfud menegaskan bahwa hingga saat ini ia belum memutuskan akan memilih siapa. Namun pada waktunya, ia akan menjatuhkan pilihan sesuai neraca dan perhitungan yang ia buat.

“Sekarang belum saya umumkan ke publik, tapi nanti bisa saja saya sampaikan berdasarkan hasil neraca dan perhitungan yang saya buat,” tegas Mahfud.

Mahfud yang sempat digadang-gadang sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi menghimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dan mendukung calon tanpa perlu saling mencaci maki.

“Indonesia tidak boleh pecah hanya karena Pilpres, tidak suka dengan satu calon. Mari kita lalui Pemilu ini dengan keceriaan,” tukas Mahfud.

Mahfud hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara seminar #2019PilpresCeria yang diadakan oleh portal Ngopibareng.id bersama dengan ekonom Faisal Basri dan ulama kondang ustadz Yusuf Mansur.

Seminar yang sekaligus deklarasi #2019PilpresCeria ini bertujuan agar Pilpres 2019 menjadi sebuah pesta demokrasi yang menggembirakan, penuh keceriaan dengan tetap mengedapankan kepentingan bangsa dan negara. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER