Ingin Pilpres 2019 Kedepankan Akal Sehat, Ngopibareng Gelar #2019PilpresCeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah dimulai dengan mendaftarnya pasangan calon (paslon) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Agustus lalu. Tak berbeda dengan Pilpres 2014, calon Presiden yang akan berlaga adalah petahana Jokowi dan Prabowo Subianto.

Jokowi menggandeng Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, sementara Prabowo menggandeng pengusaha muda sukses yang juga politisi Gerindra, Sandiaga Uno sebagai Wakil Presidennya.

Walau belum ada penetapan resmi dari KPU pasangan resmi yang akan bertarung di Pilpres 2019, namun para pendukung paslon sudah mulai memanaskan suasana politik tanah air, utamanya di media sosial.

Berkeinginan agar Pilpres mendatang berlangsung dengan penuh kegembiraan sebagai sebuah pesta demokrasi, Ngopibareng.id berinisiatif mengadakan seminar #2019PilpresCeria.

“Tujuannya agar Pilpres bisa berlangsung ceria, tidak saling serang, menggunakan akal sehat, menjadi pesta demokrasi yang menceriakan kita semua,” kata Chief Executive Officer (CEO) Ngopibareng.id, Arif Afandi saat membuka seminar #2019PilpresCeria di Surabaya, Senin (17/9).

Dalam seminar yang diadakan di sebuah hotel di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Mahfud MD menjadi narasumber.

Selain Mahfud, ekonom Faisal Basri dan ulama kondang ustadz Yusuf Mansur menjadi pemateri dari seminar yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Dalam seminar yang dihadiri kalangan aktivis dan insan pers Jawa Timur, Arif Afandi juga berharap dari seminar ini muncul inisiatif-inisiatif kedua pihak yang bersaing di Pilpres 2019 menghadirkan pemilu yang ceria. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER