Relawan Kampanyekan Gus Ipul-Puti di Kepulauan Madura

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Tim relawan dari elemen Jawara dan Barisan Pembaharuan melakukan kampanye untuk memenangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno pada Pilkada Jatim 2018 di Kepulauan Sumenep di Madura.

“Kami sosialisasi dan turun ke bawah di Kepulauan Raas, Sumenep, untuk memperkuat basis pemenangan,” ujar Ketua Presidium Pusat Barisan Pembaharuan Syafrudin Budiman ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (26/4).

Manurut dia, gerak tim relawan Gus Ipul-Puti ini turun langsung ke desa-desa dengan cara bertatap muka dengan para tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan kepala desa serta para generasi muda.

“Kami sudah turun ke sejumlah desa di Kecamatan Raas, melakukan sosialisasi pengenalan visi misi pasangan yang kami dukung. Sambutannya sangat positif dan bisa diterima dengan baik,” ucapnya.

Pihaknya bahkan berani memasang target kemenangan hingga 70 persen kemenangan di wilayah kecamatan itu, terlebih setelah melalui pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan kepala desa.

“Target 70 persen untuk suara Kecamatan Raas cukup realistis dan Insya Allah tercapai,” kata aktivis muda tersebut.

Sementara itu, Ketua LSM Suara Rakyat Jawara M. Hatta menyatakan komitmennya mampu meraup suara signifikan di Madura dengan cara pelibatan relawan untuk turun langsung ke akar rumput masyarakat.

“Saya juga ikut ke Pulau Raas dan berkeliling dari desa ke desa. Syukurlah sambutannya luar biasa dan kami optimistis terhadap perolehan suara Gus Ipul-Mbak Puti,” katanya.

Setelah berkeliling di Pulau Raas, pihaknya dalam waktu dekat juga akan berkunjung ke daerah lain di Madura dan tak hanya fokus penggalangan, bahkan pengamanan suara.

Pilkada Jatim digelar 27 Juni 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.

Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER