PPP Cari Paslon yang Ada Plusnya

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) rupanya masih belum mau secara terbuka pasangan mana yang akan didukung di Pilkada DKI putaran kedua. Bahkan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy juga memunculkan pilihan untuk tidak mendukung secara resmi salah satu pasangan calon pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, April mendatang.

“Bukan soal gabung dengan siapa. Tapi kita melihat calon yang ada plus opsi lain. Apakah nomor dua, tiga, atau netral,” kata Romi, sapaan Romahurmuziy, di kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (23/2).

Menurut Romi, PPP baru akan memutuskan sikap resmi setelah KPUD DKI menggelar sidang pleno pilgub. Di samping itu, rapat internal akan membicarakan sikap partai berlambang Kakbah seandainya putaran kedua ditetapkan oleh penyelenggara pilkada.

“Kami juga melihat realitas politik. Pada putaran pertama kemarin kami mengusung AHY-Sylvi bersama tiga partai lain. Saya membangun komunikasi cukup intensif dengan ketiganya, tapi saat mengambil keputusan tentu independen,” jelas Romi.

Soal lobi-lobi, diakuinya utusan pendukung Anies-Sandi sudah menemuinya secara khusus di kantor partai. Namun, Romi tetap dengan sikapnya, belum memutuskan sebelum ada pleno KPUD. “Pasangan nomor tiga sudah menemui kami DPP PPP pada hari pertama pilkada dan mengajak untuk bergabung dengan paslon tiga. Tapi kami sampaikan hal yang sama,” jelas Romi.

Sejalan dengan sang ketua, Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan, sampai saat ini mereka masih menampung suara konstituen partai. Selain mempertimbangkan masukan dari stake holder dan tokoh senior partai, mereka juga memiliki kelompok yang harus didengar arahannya.

“Kalau di PPP itu kan kiai, alim ulama dan ustad, itu harus kami dengar. Posisi sekarang ini memang di PPP ada yang cenderung Anies-Sandi. Ada juga realitas bahwa ada juga kelompok PPP di kubu Ahok-Djarot, meskipun tidak bisa dikatakan mereka mewakili PPP. Tapi untuk sebuah realitas, itu ada,” terangnya, di kompleks DPR, Kamis (23/2) siang.

Menurutnya, dua hal tersebut yang diserap dari seluruh jajaran partai itu, sehingga keputusannya nanti tidak menambah masalah baru di PPP. “PPP ini sudah dua tahun dirundung masalah. Jangan kemudian di pilkada DKI Jakarta ini masalahnya justru bertambah‎,” tegasnya.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER