PDIP 90 Persen Bakal Usung Gus Ipul Sebagai Cagub di Pilgub Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Arah dukungan sejumlah partai politik (parpol) jelang Pilgub Jawa Timur mulai bergulir. Terbaru, PDI Perjuangan dan PKB sepakat untuk berkoalisi mengusung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai calon gubernur (cagub) di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

“Sekitar 90 persen PDIP bersama PKB bakal mengusung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai cagub,” kata Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari, dikonfirmasi, Selasa (26/9).

Menurut Untari, hubungan PDIP dengan PKB merupakan hasil komunikasi di tingkat DPP. Hingga akhirnya PDIP sepakat dengan PKB untuk bersama-sama mengusung Gus Ipul sebagai cagub.

“Cagubnya dari PKB, sementara cawagubnya dari PDIP,” katanya.

Saat ini, lanjut Untari, ada empat nama kandidat cawagub yang tengah digodok DPP PDIP. Yaitu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi Sulistyono (kanang), Anggota DPRD Jatim Suhandoyo, dan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi.

“Empat orang itu masih digodok, nanti rekomnya akan turun sepaket cagub dan cawagub,” kata perempuan yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim itu.

PDIP merupakan partai pemenang kedua di Jatim, dengan perolehan kursi di parlemen sebanyak 19 kursi. Dengan jumlah kursi tersebut, PDIP belum memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri di Pilgub Jatim.

Karena itu, PDIP bakal berkoalisi dengan PKB sebagai partai pemenang di Jatim dengan 20 kursi. Kedua partai ini telah bersepakat untuk bersama mengusung Gus Ipul sebagai cagub, nantinya akan berpasangan dengan cawagub dari PDIP. (Amal/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER