Narasi Jokowi “Berani Berantem”, Dinilai Dapat Picu Gesekan Antarpendukung

0
171
  • 50
    Shares
Presiden Jokowi.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Fahira Idris menyayangkan narasi “Berani Berantem” yang diucapkan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada relawan pemenangannya untuk Pilpres 2019 di Sentul International Convention Center, pada Sabtu (4/8) lalu.

Menurut Fahira, apa yang diucapkan Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019 mendatang, sangat rentan memicu gesekan antarpendukung.

“Saya harap narasi-narasi yang mengandung atau bisa diartikan memiliki makna kekerasan seperti ‘berantem, libas’, dan kata-kata sepadan lainnya tidak lagi diucapkan para elite politik negeri ini, siapapun itu. Tugas elite itu mendewasakan, menyejukkan pendukung, bukan malah sebaliknya,” ujar Fahira lewat keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Senin (6/8).

Fahira mengatakan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah torehan sejarah baru dalam perjalan politik dan demokrasi Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya, akan digelar Pemilu DPR, DPD, DPRD (Pemilu Legislatif) secara serentak dengan Pemilu Presiden (Pilpres).

“Walau keserentakan ini sangat efektif dan efisien, tetapi sangat rentan memicu gesekan antarpendukung. Untuk itu, para elite politik diimbau harus bisa menjaga sikap dan ucapannya,” kata Senator asal Jakarta ini.

Baca juga: Setelah Muncul Ajakan “Siap Kelahi”, Staf Ahli Presiden Ajak Relawan “Lawan, Libas”

Ditambahkan oleh Fahira, Pemilu 2019, baik dari sisi penyelenggaraan, pengawasan, terutama pengamanan cukup berat. Ada saja sedikit gesekan bisa mengacaukan semuanya.

“Makanya, jika elite politik di negeri ini tidak bisa jaga ucapannya, Pemilu 2019 bisa jadi ancaman keamanan negeri ini. Tolong pikirkan tutur kata sebelum berucap,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU