Muslim Indonesia di Belanda Dukung Aksi 112

DEN HAAG – Kaum Muslim Indonesia di Belanda mendukung aksi 112 yang digelar umat Islam Indonesia di Masjid Istiqlal hari ini, Sabtu (11/2/2017). Warga muslim Indonesia di Belanda yang mendukung Aksi Damai 112 itu menggelar Aksi Belanda 112 di depan kincir angin Molen de Vlieger  di kota Den Haag, Belanda, Jumat (10/2/2017).

Mereka membentangkan bendera merah putih, bendera Belanda, dan pamflet  bertuliskan “Belanda 112”, “Mendukung”, “Bela Islam 112”.

Dalam rilis dan video yang dikirimkan kepada Republika.co.id, Jumat (10/2/2017) malam waktu setempat, atau Sabtu (11/2017) Waktu Indonesia Barat, kelompok yang menyebut diri mereka “Warga Muslim Indonesia di Belanda yang mendukung Aksi Damai 112” itu menyebutkan, Aksi Belanda 112  adalah dalam rangka aksi damai Bela Islam 112 di Jakarta. Turut hadir dalam Belanda 112 itu perwakilan saudara-saudara Muslim dari Den Haag dan sekitarnya, dan Rotterdam dan sekitarnya.

Mereka juga mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut. Pertama, mendukung penerapan Al-Maidah 51 untuk Ibu Kota yang  beradab dan untuk NKRI yang kita cintai.

Kedua, mendukung penegakan hukum dan penegakan keadilan di Indonesia.

Ketiga, menolak penistaan Alquran, menolak penistaan agama, menolak penistaan ulama, dan mendukung kerukunan beragama.

Keempat, mendukung NKRI dan menolak perpecahan bangsa. ***

Foto : Warga Muslim Indonesia di Belanda menggelar Aksi Belanda 112 di depan Molen de Vlieger, Den Haag, Belanda, Jumat (10/2/1017) dalam rangka mendukung Aksi Damai 112 di Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017).

 

Sumber:REPUBLIKA

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.