Kuasa Hukum Pertanyakan Surat Penangkapn Ustadz Alfian Yang Tak Bertanggal

JAKARTA – Kuasa Hukum ustadz Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri mempertanyakan adanya kejanggalan dalam surat penangkapan kliennya. Ia menyebut dalam surat yang dibawa polisi saat melakukan penangkapan di Rutan Kelas I Madaeng Surabaya di Sidoarjo, Rabu (6/9) yang lalu, tidak ada tanggal penangkapan.

“Mereka (Polisi) bawa surat penangkapan, saat kami lihat tidak tercantum tanggal. Akhirnya anggota Polisi Polda Jatim menerangkan jika hal tersebut merupakan pesanan Polda Metro Jaya,” kata Alkatiri kepada wartawan saat melakukan jumpa pers di Sekretariat AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/9) siang.

Alkatiri juga mengatakan dirinya sebenarnya kecewa dengan perlakukan polisi yang langsung menangkap kliennya usai di vonis bebas. Dia juga menyesalkan jika kliennya diperlakukan bagai teroris.

“Pasal yang dikenakan yakni pasal 310 dan pasal 311 yang mana masa hukumannya cuma 1 tahun 4 bulan. Kenapa ditahan di Mako Brimob? Yang harus dibawa ke Mako Brimob hanya teroris, makar dan korupsi,” tegas dia.

Perlu diketahui pada Rabu (6/9) kemarin, ustadz Alfian Tanjung baru akan menghirup udara bebas setelah dibebaskan dari segala tuntutan oleh Pengadilan Negeri Surabaya, dalam persidangan Rabu (6/9) pagi. Namun tak berselang lama kemudian, mantan dosen itu ditangkap oleh penyidik dari Polda Metro Jaya sesaat baru akan keluar dari Rutan kelas I Madaeng Surabaya, di Sidoarjo.

Tidak menunggu lama, tengah malam harinya setelah sempat dibawa ke Mapolda Jatim, ustad Alfian langsung dibawa ke Jakarta dan ditahan di Rutan Maki Brimob, Kamis (7/9) dini hari. (Fajar/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER