Keberatan Dikategorikan Peristiwa Non Kerja, Keluarga Korban Tolak Santunan PT. Istaka

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Keluarga pekerja proyek Trans Papua yang jadi korban pembunuhan kelompok separatis Papua saat mengerjakan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Ahad (2/12) lalu, menolak santunan yang akan diberikan PT. Istaka Karya (BUMN).

Penolakan santunan tersebut, karena keluarga korban tidak menerima jika peristiwa yang menyebabkan meninggalnya para pekerja tersebut dikategorikan kecelakaan Non-Kerja.

Sebelumnya, Direktur PT. Istaka Karya, Sigit Winanto mengatakan akan memberikan santunan kepada seluruh karyawan yang jadi korban. Santunan akan diserahkan pada keluarga korban.

“Kami juga menanggung semua kompensasi dan santunan kepada pihak keluarga. Dan keluarga besar BUMN akan memberikan santunan kepada keluarga korban juga beasiswa kepada anak-anak korban yang masih kecil sehingga dapat melanjutkan sekolah sampai tingkat SMA,” kata Sigit dalam jumpa pers di Timika, Jumat (7/12).

Sementara mengenai besaran santunan PT. Istaka Karya, Sigit menyebutkan akan memberikan sebesar Rp24 juta kepada pihak keluarga korban.

Nominal tersebut menurut PT. Istaka Karya sudah sesuai aturan dikarenakan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan non kerja.

“Peristiwa terjadi pada saat pekerja sedang beristirahat. Jadi akan diberikan Rp 24 Juta dengan rincian, uang duka Rp16,2 juta, santunan Rp4,8 juta dan pengantian biaya pemakaman Rp3 juta,” jelas Sigit. (Faisal N/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER