Istana Imbau Warganet Berempati Pada Korban Jatuhnya Lion Air JT 610

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Istana Kepresidenan melalui Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jendral (Purn) Dr Moeldoko mengimbau para pengguna media sosial atau warganet agar berempati tinggi kepada korban dan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Moeldoko menegaskan bahwa dalam musibah yang terjadi ini kesetiakawanan sosial penting untuk dikuatkan.

“Pemerintah juga menghimbau media, media sosial, dan seluruh masyarakat untuk bekerja sama dan berempati terhadap musibah ini. Dalam musibah seperti ini, kesetiakawanan sosial penting untuk dikuatkan,” kata Moeldoko di Jakarta, Senin (29/10).

Tidak lama setelah kejadian musibah tersebut, berbagai informasi hoaks bertebaran di media sosial. Hal itu kerap kali menyesatkan dan membuat informasi yang sebenarnya justru tertutup oleh kabar bohong yang tidak terkonfirmasi kevaliditasannya.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Pencarian Korban Lion Air JT 610 Dilakukan 24 Jam

Padahal kata Moeldoko, Pemerintah sedang senantiasa berupaya seoptimal mungkin mendapatkan informasi lengkap tentang musibah jatuhnya pesawat untuk keluarga korban.

“Presiden sudah memberi arahan agar semua pihak bergerak cepat merespon musibah tersebut melalui koordinasi lintas kelembagaan termasuk BASARNAS, Kementerian Perhubungan, KNKT, Otoritas Bandara, Rumah Sakit, DVI Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan pihak Lion Air untuk melakukan operasionalisasi di lapangan,” katanya.

Moeldoko menambahkan bahwa Presiden memohon kesabaran dari berbagai pihak untuk mendapatkan hasil yang baik berupa informasi maupun penanganan menyeluruh yang sedang dilakukan oleh Pemerintah.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden dan pemerintah Indonesia sangat berduka mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang yang membawa 181 penumpang, 2 pilot, dan 6 awak kabin itu. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER