Input Scan C1 Lampaui 30 Persen di Pulau Jawa, Jokowi Unggul dengan 62,47 Persen


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Raihan suara pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin di pulau Jawa makin jauh meninggalkan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Pantauan SERUJI, Senin (29/4) pukul 08.00 WIB di situs sistem perhitungan suara Pemilu (Situng) KPU yang beralamat di pemilu2019.kpu.go.id, jumlah suara yang sudah masuk dari seluruh provinsi di pulau Jawa sebanyak 22.069.473 suara. Jumlah itu lebih kurang 31,92 persen dari total DPT Pemilu 2019 di Jawa yang berjumlah 110.686.690 pemilih.

Hasil sementara real count scan C1 Pilpres 2019 KPU provinsi di pulau Jawa, Senin (29/4/2019) pukul 08.00 WIB.

Jokowi-KH Ma’ruf unggul dengan memperoleh dukungan sebanyak 22.069.473 suara (62,47%), sementara Prabowo-Sandiaga baru mengumpulkan 13.257.920 suara (37,53%).

Suara terbanyak diraih Jokowi-KH Ma’ruf dari provinsi Jawa Tengah sebanyak 9.800.865 suara (77,22%) dan Jawa Timur sebanyak 5.624.603 suara (67,39%).

Hasil sementara real count scan C1 Pilpres 2019 KPU provinsi di pulau Jawa, Senin (29/4/2019) pukul 08.00 WIB, berdasarkan perolehan suara.

Sementara Prabowo-Sandiaga meraih suara terbanyak dari Jawa Barat dengan 4.250.156 suara (56,11%).

Jika dilihat dari jumlah input C1 yang telah masuk, maka Jawa Tengah menjadi provinsi yang paling banyak telah menginput scan C1 dari jumlah TPS yang ada (58,2%). Diikuti Banten (45,7%), dan DKI Jakarta (39,8%).

Hasil sementara real count scan C1 Pilpres 2019 KPU provinsi di pulau Jawa, Senin (29/4/2019) pukul 08.00 WIB, berdasarkan persentase suara.

Berikut Table Real Count Scan C1 KPU untuk Pilpres 2019 di Pulau Jawa pada 29 April Pukul 08.00 WIB

NoProvinsiJOKOWIPRABOWOTOTALPROGRES DPTDPTJOKOWI (%)PRABOWO (%)
TOTAL22.069.47313.257.92035.327.39331,92%110.686.69062,47%37,53%
1DKI JAKARTA1.320.4111.188.0952.508.50632,32%7.761.59852,64%47,36%
2JAWA BARAT3.324.0794.250.1567.574.23522,77%33.270.84543,89%56,11%
3JAWA TENGAH9.800.8652.890.55512.691.42045,49%27.896.90277,22%22,78%
4DI YOGYAKARTA847.554363.8881.211.44244,34%2.731.87469,96%30,04%
5JAWA TIMUR5.624.6032.721.8618.346.46427,00%30.912.99467,39%32,61%
6BANTEN1.151.9611.843.3652.995.32636,92%8.112.47738,46%61,54%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close