Dahnil: Pansus Angket KPK Berdiri di Pijakan Kebohongan Miryam

2
161
Kasus Novel
Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) bersama Novel Baswedan (kanan)

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pansus Angket KPK yang dibentuk oleh DPR bermula dari kesaksian Miryam yang menyatakan dirinya ditekan Penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, di persidangan justru yang ditemukan adalah dugaan Miryam ditekan kolega-koleganya di DPR terkait dengan kasus KTP elektronik (KTP-el).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara tentang vonis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) hari ini yang menghukum Miryam lima tahun penjara dan denda 200 juta rupiah.

Menurutnya, ini membuktikan sejak awal Pansus Angket KPK memang berdiri pada pijakan kebohongan Miryam dan terus memproduksi kebohongan-kebohongan baru untuk mendelegitimasi kerja-kerja pemberantasan korupsi untuk membela kawan sejawat.

“Berangkat dari vonis terhadap Miryam ini, apa yang dilakukan oleh DPR adalah upaya obstruction of justice, mengganggu proses hukum terkait penyidikan kasus korupsi,” ujar Dahnil melalui pesan tertulis yang diterima SERUJI, Senin (13/11).

Dahnil menganggap, hal itu merupakan persekongkolan sempurna untuk melemahkan KPK dan diduga melibatkan banyak pihak, eksekutif, legislatif, dan penegak hukum lainnya. Khususnya, lanjut dia, mereka yang memang tidak mau agenda pemberantasan korupsi di Indonesia berjalan dengan baik.

“Saya sepakat bila banyak yang harus diperbaiki di KPK, khususnya ancaman “Kuda Troya” yang merusak dari dalam KPK, yang sudah banyak disebut, termasuk oleh Miryam terkait dugaan penyidik yang berkomunikasi intens dengan anggota DPR. Termasuk, dugaan perusakan barang bukti yang diduga dilakukan oleh dua penyidik KPK asal kepolisian yang sampai dengan detik ini tidak jelas penyelesaiannya,” ujar Dahnil.

Namun, kata Dahnil, apa yang dilakukan oleh Pansus Angket KPK justru tidak menyasar masalah itu, mereka justru aktif menyasar Novel Baswedan dan penyidik-penyidik yang sedang menyelesaikan kasus-kasus besar korupsi.

“Jadi, berangkat dari fakta ini saya berulang kali mengingatkan KPK untuk tampil lebih berani baik membersihkan diri dari dalam maupun berani melawan dengan terang dan tegas terkait dengan pelemahan dari luar,” pungkasnya.
(ArifKF/SU02)

BAGIKAN
loading...

2 KOMENTAR

  1. Inilah “karakteristik-wajah-watak” sesunnguhnya legislatif, eksekutif, yudikatif kita saat ini. Semuanya rusak. Yg memilih mereka2 yg rusak ini adalah umat Islam. Sudah sepantasnya umat Islam me-revolusi secara ekstrim sikap politiknya dg memegang erat tuntunan syar’i.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...