Dahnil Anzar dan Dua Saksi Lain Siap Dikonfrontir Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Para saksi kasus ujaran kebohongan atau hoaks yang menyeret Ratna Sarumpaet, yakni Said Iqbal, Nanik S Deyang, dan Dahnil Anzar Simanjuntak siap dikonfrontir penyidik Polda Metro Jaya.

Ketiga saksi itu terlihat memenuhi panggilan penyidik guna dikonfrontir bersama Ratna di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (26/10).

Diketahui, Said Iqbal sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Nanik S Deyang menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, dan Dahnil Anzar Simanjuntak menduduki posisi Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga.

“Nanti ya,” ujar Nanik singkat saat ingin di wawancara wartawan sebelum masuk ke ruang pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (26/10).

Baca juga: Hanum Rais Dilaporkan ke PDGI Terkait Penyebaran Hoaks Ratna Sarumpaet

Said Iqbal yang didamping sejumlah buruh, mengaku belum mengetahui materi pemeriksaan agenda dikonfrontir tersebut.

Sementara itu, Dahnil memenuhi panggilan polisi dengan senang hati dan berharap alat negara tidak dijadikan kepentingan politisasi.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya mengkonfrontir tiga saksi yang pernah menjalani pemeriksaan terkait kasus ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet. Ketiga saksi itu akan menjalani pemeriksaan kembali dan dipertemukan untuk mengklarifikasi keterangan yang berbeda.

Baca juga: Status Ratna Sarumpaet Telah Dinaikkan Sebagai Tersangka

Anggota Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10) malam.

Polisi menjerat tersangka Ratna dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S Deyang, Said Iqbal, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dan dokter bedah plastik Siddik. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahmad Dhani The Warrior

Jika John Lennon mampu menciptakan "protest song" seperti "Give peace a chance" atau "imagine", tanpa penderitaan di penjara, maka Dhani akan mampu lebih hebat dari Lennon. Maksudnya, dia selain penggubah lagu/syair dan penyanyi, akan sekaligus menjadi sang pejuang. Ahmad Dhani The Warrior.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER