Buruh Jatim Kompak akan Keliling Jatim Menangkan Gus Ipul-Puti


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Setelah SPSI kompak mendukung, giliran Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur akan total mendukung dan memenangkan pasangan calon gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

“Untuk memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti, kami akan keliling seluruh Jawa Timur. Kantong-kantong buruh akan kami masuki,” kata Jazuli Sekjen KSPI Jawa Timur usai konsolidasi pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti di Surabaya, Kamis (5/4).

Menurut Jazuli, saat ini kawasan ring satu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Pasuruan sudah disisir. Selanjutnya kawasan di luar ring satu juga akan mereka masuki.

“Tanggal 9 nanti kami juga akan ke daerah pinggiran seperti Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Madiun untuk konsolidasi dengan Serikat pekerja buruh di sana,” ujar Jazuli.

Menurut Jazuli, Seluruh Serikat Buruh saat ini memberikan sambutan yang sangat baik bagi pasangan Gus Ipul-Puti.

“Kami para buruh sudah lama kenal Gus Ipul. Selama 10 tahun menjadi Wakil Gubernur, hanya Gus Ipul yang peduli ke kami,” kata Jazuli.

Bahkan setiap ada masalah perburuhan atau pengupahan, para buruh ini terlebih dahulu konsultasi dengan Gus Ipul. Karena keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini dinilai merupakan sosok yang paling mengerti persoalan ketenagakerjaan.

“Gus Ipul, pemimpin baik cerdas mengerti kondisi tenaga kerja merakyat dan mudah bergaul dengan siapapun termasuk dengan kami,” ujarnya.

Karenannya saat puncak peringatan hari buruh 1 Mei 2018 mendatang, para Buruh ini rencannya akan menggelar apel akbar pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti.

Sementara itu, di tempat yang sama Gus Ipul mengapresiasi dukungan para pekerja ini. Menurut dia, ada dua titipan dari para pekerja ini jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur.

“Kesejahteraan dan kesenjangan upah di luar ring satu sangat jauh karena mencapai 130 persen. Ini yang nanti harus dirumuskan penyelesaiannya,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Selain itu, titipan para pekerja pada Gus Ipul adalah hak cuti khusus perempuan.

“Waktu istirahat bagi pekerja perempuan yang melahirkan harus ditambah,” ujarnya. (Devan/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bangsa Gagal Nyintesis

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close