Berdasarkan Data Intelijen, Polisi Sarankan Kapitra Menunda Aksi Tandingan Reuni 212

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon anggota Legislatif (caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan, Kapitra Ampera berencana akan mengadakan aksi tandingan terhadap kegiatan Reuni 212 yang menurut rencana akan dilaksanakan Ahad (2/12).

Namun, pihak kepolisian menyarankan Kapitra untuk menunda aksi tandingan yang diberi nama Aksi Kontemplasi 212 tersebut.

“Kami menyarankan (Aksi Kontemplasi 212, red) untuk ditunda,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/11).

Saran dari kepolisian tersebut, ungkap Argo, setelah menimbang masukan dari intelijen yang mempertimbangkan lokasi acara yang sama dengan Reuni 212.

“Dari intelijen, (menyarankan) kepada panitia ditunda pelaksanaannya,” ujar Argo.

Sebelumnya, Kapitra bersama Forum Silaturahmi alumni 212 mengatakan mereka akan melakukan aksi tandingan terhadap kegiatan Reuni 212 pada Ahad (2/12) di lokasi yang sama, Monas, Jakarta Pusat.

Alasan Kapitra melakukan aksi tandingan yang mereka beri nama Aksi Kontemplasi 212 tersebut adalah karena menilai Reuni 212 sudah jauh dari tujuan dan cita-cita aksi 212 yang dilakukan pada tahun 2016.

“Kami keberatan dengan aksi tersebut. Bagi kami Reuni 212 tidak lebih daripada merayakan kejahatan orang lain yang sedang menjalani hukuman atas kejahatannya. Itu terlalu bagi kami, terlalu kejam bagi kami, sementara kami melihat seolah-olah Islam penuh dendam dan amarah,” kata Kapitra usai mengajukan surat pemberitahuan untuk melakukan aksi ke Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, di Jakarta, Rabu (26/11) lalu.

Kapitra mengklaim mampu hadirkan jutaan orang untuk ikut Aksi Kontemplasi 212 tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kapitra atas saran dari Polda Metro Jaya yang meminta penundaan aksi yang ia gagas tersebut. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

“Duit Ostrali”

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER