Belum Masanya, Bawaslu Duga Iklan Jokowi-KH Ma’ruf Langgar Aturan

0
192
  • 20
    Shares
Erick Thohir
Erick Thohir (kiri) bersama capres-cawapres Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (7/9/2018). (foto:Antara)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menduga iklan pasangan calon (paslon) capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang dipasang di berbagai media cetak nasional hari ini, Rabu (17/10) melanggar aturan yang ada.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian adanya dugaan pelanggaran atas pemasangan iklan tersebut.

“Diduga ada ya (pelanggaran, red), tapi kami masih lakukan kajian untuk jadikan temuan,” kata Bagja saat dikonfirmasi, Rabu (17/10).

Dijelaskan oleh Bagja, Bawaslu akan mengkaji apakah iklan tersebut termasuk kategori kampanye atau tidak, dan jika ditemukan pelanggaran sanksinya menjadi tugas dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu(Sentra Gakkumdu) yang beranggotakan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.

Menurut Bagja, berdasarkan jadwal kampanye yang ada, seharusnya pemasangan iklan kampanye di media massa baru boleh dilakukan 21 hari sebelum masa tenang pada 21 Maret sampai 13 April 2019.

“Kan belum masanya, di media massa itu kan 21 hari sebelum masa tenang, baru boleh dimulai (iklan kampanye, red) di media massa,” ujarnya.

Baca juga: Kritik Iklan Jokowi di Bioskop, Fadli Zon: Pakai Uang Negara, Mubazir

Pada hari ini, Rabu (17/10) diberbagai media cetak nasional terpasang iklan yang paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Dalam iklan tersebut terpasang foto Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dsertai nomor urut mereka 01, serta slogan paslon ini “Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Indonesia”.

Di iklan tersebut juga tercantum nomor rekening untuk donasi yang mengatasnamakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi KH Ma’ruf Amin. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU