Ahli Hukum Pidana UII: Jelas Ahok Sengaja Menista

16
ahok, basuki tjahaja purnama
Basuki Tjahaja Purnama, terdakwa penista agama Islam saat jalani persidangan. (FOTO: SERUJI)

JAKARTA – Saksi ahli hukum pidana dari UII, Mudzakkir yang dihadirkan JPU pada sidang ke-11 penodaan agama Islam dengan terdakwa Ahok, Selasa (21/2) memfokuskan pada tiga kalimat penting dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

“Tiga kalimat yang saya fokuskan. Intinya kalimat paling penting yang Basuki katakan yaitu ‘jangan percaya sama orang’, kedua ‘maka kamu enggak pilih saya’, ketiga ‘dibohongi pakai’ yang kemudian dilanjutkan dengan kata ‘dibodohi’. Tiga kata ini yang saya analisis,” rinci Mudzakkir.

Mudzakkir menjelaskan, dari tiga kalimat tersebut menilai Ahok mengganggap orang yang menggunakan Al-Maidah 51 sebagai alat kebohongan.

“Menurut saya jelas bahwa maksud dan tujuan terkait dengan pemilihan (pilgub) dengan menggunakan kata-kata dibohongin atau kata-kata yang lain dibodohi dan seterusnya itu,” tambah Mudzakkir.

Mudzakkir juga menilai Ahok dengan sengaja menista agama Al-Qur’an.

“Ya sengaja karena ini ada hubungannya dengan konteks keterpilihannya (dalam pilgub DKI). Itu yang saya sebut tadi dengan kesengajaan dengan kepastian,” tuturnya.

Soal hukum pidana, Mudzakkir menilai pelaku kejahatan dinilai dari perbuatannya, bukan dengan lingkungannya.

“Siapapun yang berbuat, dia bertanggungjawab. Perbuatan kejahatan seperti apa bisa dikonstruksi ada niat atau tidak,” jelasnya.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama