SCROLL KE ATAS UNTUK BACA BERITA

MENU

Bersama Startup Delivery, Ratusan UMKM di Daerah Ini Berkembang Pesat Saat Pandemi

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Saat dirumahkan tanpa dibayar atau unpaid leave karena pandemi Covid-19, karyawan retail di Bali membangun startup layanan jasa antar (delivery) dengan mengusung konsep delivery eco friendly.

Agus Suhendar, pada awal Juni 2020, yang saat itu merupakan karyawan unpaid leave sebuah perusahaan retail di Bali, menginisiasi usaha jasa kurir (delivery services) dengan ongkos kirim murah.

Awalnya, ungkap Agus, usaha ini dibuka karena banyak karyawan unpaid leave saat pandemi Covid justru menjadi pengusaha UMKM yang berjualan secara daring di rumah.

“Saya melihat ini sebagai peluang untuk membangun jasa kirim dengan ongkos kirim yang ekonomis karena mereka butuh biaya ongkir murah untuk kirim ke pembeli,” papar Agus kepada SERUJI lewat telepon saat dihubungi Selasa (18/8).

Agus mengusung brand MYPIN yang beroperasi secara daring untuk membantu para pengusaha UMKM tersebut dalam menjual produknya.

Yang menjadi daya tarik adalah ongkos yang ditetapkan cukup murah, hanya Rp1.250 per-kilometer. Dengan ongkos yang murah tersebut, menurut Agus, cukup membantu pertumbuhan penjualan online UMKM di Bali.

Saat ini, Agus telah memiliki sekitar 300 pelanggan dari UMKM yang tersebar di area Badung, Jimbaran, Nusa Dua, Denpasar, Tabanan, dan Gianyar.

Pertumbuhan penjualan secara daring UMKM memang sangat dipengaruhi oleh besarnya ongkos kirim. Dengan adanya ongkir ekonomis, pertumbuhan penjualan ratusan UMKM di Bali berkembang cukup signifikan.

Selain itu, ungkap Agus, seluruh armada MYPIN menggunakan BBM ramah lingkungan.

“MYPIN mengusung konsep Eco Delivery karena selain ongkir yang ekonomis, seluruh armada kami menggunakan BBM ramah linkungan (Eco Friendly),” katanya.

Pertumbuhan UMKM terlihat sejak banyak karyawan di Bali yang dirumahkan akibat pendemi Covid-10. Mereka yang awalnya bekerja di hotel, restoran, travel agent, dan tempat wisata, harus menerima kenyataan untuk dirumahkan tanpa dibayar.

Agus berharap, krisis saat pandemi ini justru dapat melahirkan pengusaha-pengusaha UMKM baru. Saat ini usaha jasa kurir MYPIN yang Agus bentuk memiliki 10 mitra yang juga karyawan yang dirumahkan dengan menyandang status Unpaid Leave.

“Kita semua berdoa agar pandemi ini segera selesai dan Bali kembali menjadi tempat destinasi yang banyak diminati. Semoga akan banyak pengusaha UMKM baru yang nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan,” tukas Agus.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER

close