Sempat Naik Tinggi, Harga Minyak Berbalik Arah Anjlok US$30 — Karena Satu Kalimat Trump

NEW YORK, SERUJI.CO.ID Pasar minyak dunia mencatat momen yang nyaris tidak masuk akal pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam rentang kurang dari 12 jam, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meledak ke puncak USD119 per barel — tertinggi sejak 2022 — lalu berbalik anjlok lebih dari USD33 ke USD85,27 per barel hanya dalam satu sesi perdagangan.

Satu kalimat dari Presiden Donald Trump kepada CBS News, diucapkan sekitar pukul 14.00 ET (Selasa dini hari pukul 03.00 WIB), membalikkan seluruh arah pasar.

“Selat Hormuz sekarang sudah terbuka. Kami bahkan mempertimbangkan untuk mengambil alih kendalinya,” kata Trump.

Kalimat itu, disusul pernyataan G7 yang siap melepas cadangan minyak strategis secara koordinasi, menjadi pemicu koreksi harga minyak terbesar dalam satu hari dalam sejarah modern.

🛢️ Kronologi Lengkap: Dari $119 ke $85 dalam Hitungan Jam

📊 Grafik Harga Minyak Brent — Pergerakan Terkini

Grafik Minyak Brent — TradingView

Berikut kronologi pergerakan harga minyak pada Senin, 9 Maret 2026, seluruhnya dalam waktu ET (Eastern Time / New York) dan konversi WIB:

Waktu ET Waktu WIB WTI Brent Pemicu
Min 18.00 ET Sen 06.00 WIB $101,56 $101,81 Pasar AS buka Minggu malam — minyak tembus $100 untuk pertama kali sejak 2022
Sen 09.20 ET Sen 21.20 WIB ~$113 $113,68 Puncak pagi — Aramco potong produksi, Iraq produksi anjlok 70%
Sen 11.00 ET Sen 23.00 WIB ~$119 ~$119,46 Puncak intraday tertinggi — level tertinggi sejak 2022
Sen ~14.00 ET Sel 03.00 WIB Mulai ANJLOK Trump kepada CBS News: “Selat Hormuz terbuka, kami pertimbangkan ambil alih kendali”
Sen 15.00 ET Sel 04.00 WIB ~$81 ~$84 G7 umumkan siap lepas cadangan strategis koordinasi IEA
Sen 15.37 ET Sel 04.37 WIB $85,27 (−6,19%) $88,43 (−4,6%) Penutupan sesi reguler New York

Sumber: CNBC, Reuters, Bloomberg. Semua waktu ET = Eastern Time New York. WIB = ET + 12 jam.

Pergerakan ini adalah salah satu yang paling dramatis dalam sejarah pasar minyak modern. WTI sempat menembus $119 per barel dalam sesi intraday — menembus level $100 untuk pertama kalinya sejak 2022, setelah kenaikan mingguan 35% pada pekan lalu yang merupakan terbesar dalam sejarah futures sejak 1983.

Namun dalam hitungan jam, semua panic premium itu terhapus. Volatilitas intraday lebih dari USD33 per barel — dari puncak $119 ke penutupan $85 — belum pernah terjadi dalam skala sebesar ini pada minyak dalam satu sesi perdagangan.

Konteks yang perlu dipahami adalah: minyak yang melonjak pagi hari didorong oleh fakta fisik yang sangat nyata. Produksi Iraq dari tiga lapangan minyak utama di selatan anjlok 70% menjadi hanya 1,3 juta barel per hari, dari kapasitas normal 4,3 juta bpd.

Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi secara kehati-hatian. Arab Saudi mulai mengalihkan pengiriman ke jalur Laut Merah. Sementara itu, lebih dari 150 kapal tanker terparkir di luar selat menunggu kondisi aman — dan kapal non-Iran terakhir yang berhasil melintas adalah bulk carrier berbendera China pada Sabtu pagi (7/3/2026). Gangguan pasokan ini nyata, bukan spekulasi.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER