Ekonom: Kasus Allianz Life Momentum Perbaiki Sektor Keuangan

0
124
fraud
Fraud dalam asuransi adalah pidana. (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ekonom Universitas Indonesia (UI) Rizal E. Halim menilai kasus yang terjadi pada PT Allianz Life Indonesia, bisa dijadikan momentum memperbaiki struktur dan akuntabilitas sektor keuangan.

“Perlu dicatat bahwa risiko ekonomi dari tinjauan historis didominasi rapuhnya sektor keuangan,” kata Rizal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/9).

Rizal yang sedang berada di Sofia, Bulgaria mengikuti Konferensi Internasional Bidang Ekonomi tersebut, mencontohkan sektor keuangan tersebut seperti sub sektor ‘financing’, ‘banking’, pasar modal, pasar uang, pasar berjangka, keuangan mikro.

Loading...

“Kita punya pengalaman 1998, 2008, dan 2011-2012. Ini harus direspon serius oleh otoritas dan Pemerintah,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI tersebut.

Lebih lanjut Rizal mengatakan kasus Allianz hanya segelintir dari persoalan yang kerap dihadapi sektor keuangan. Moral ‘hazard’ bahkan potensi ‘fraud’ cukup besar di industri keuangan.

“Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dapat menginventarisir persoalan atau gejala-gejala yang memiliki probabilitas risiko yang besar,” ujarnya.

Dikatakannya, analisa atas dinamika risiko dan kompleksitas sektor keuangan perlu dipotret dengan seksama.

“Ini dimaksudkan untuk menelaah dengan cermat potensi risiko dan sejumlah peluang terjadinya moral hazard dan fraud,” jelasnya.

Di sisi lain, penelaahan risiko dimamik, kompleks dan struktural membantu otoritas dalam menata sektor keuangan yang ‘prudent’ dan akuntabel.

“Banyak persoalan yang harus dibenahi di sektor keuangan tidak hanya asuransi,” ungkap Rizal yang juga anggota Badan Perlindungan Konsumen (BPKN).

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU