MENU

Hanya Bisa Nambah Utang dan Naikkan BBM, Rizal Ramli: Jokowi Tidak Kreatif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai tidak kreatif dalam mengelola negara, pasca menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada hari ini, Sabtu (3/9). Hal itu disampaikan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Dr. Rizal Ramli.

“Pemerintah Jokowi tidak kreatif, selalu mencari cara yang gampang yaitu ‘nambah utang’ dan ‘menaikkan harga2’ yang bikin susah rakyat!,” kata Rizal lewat akun twitternya yang dipantau SERUJI, Sabtu (3/9) malam.

Menurut pria yang juga ekonom lulusan Universitas Boston USA ini, kenaikan harga BBM tidak perlu dilakukan pemerintah karena harga minyak mentah dunia sudah mulai turun, dari semula naik sampai US$120 per barel, kini sudah kembali turun ke $89 per barel.

“Trend harga turun, ngapain BBM dalam negri naik, kecuali menutup ineffesiensi Pertamina?,” tutur Rizal.

Rizal juga menyinggung kondisi rakyat yang akan makin susah selepas didera pendemi. Padahal, katanya, kenaikan BBM semestinya bisa ditunda.

“Inflasi 5% tapi inflasi makanan sudah 11,5%. Rakyat betul2 sedang susah. Kok tega2nya naikkan harga BBM. Apa bisa ditunda atau dicari alternatif lain tanpa perlu naikkan harga BBM ? Bisa banget !! Akibat kenaikan BBM, ekonomi rakyat yg mulai membaik, eh digebuk malah rontok !,” tegas Rizal.

Sebagaimana diketahui, hari ini Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM yang berlaku mulai pukul 14.30 WIB, Sabtu (3/9). Harga Pertalite menjadi Rp10.000 dari yang saat ini hanya Rp7.650 per liter. Sementara harga Solar Subsidi menjadi Rp6.800 per liter dari yang saat ini hanya Rp5.150 per liter.

Selain Pertalite dan Solar Subsidi, harga BBM Pertamax juga mengalami kenaikan dari saat ini Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER