ASEAN-Korea Centre Digunakan Indonesia Perkuat Ekspor

1
39

JAKARTA – Indonesia berkomitmen memanfaatkan kerja sama kemitraan antara ASEAN dan Korea Selatan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Negeri Ginseng tahun ini. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Ari Satria pada Pertemuan Tahunan the 9th Council Director of the ASEAN Korea Centre (AKC).

“Indonesia kembali akan memanfaatkan program kerja AKC Tahun 2017, khususnya di bidang perdagangan, sebagai salah satu strategi peningkatan kinerja ekspor Indonesia di pasar Korea,” kata Ari di Jakarta, Jumat (24/2).

Pada program kerja 2017, Indonesia berkomitmen untuk berpartisipasi aktif pada pameran Global Game Exhibition 2017 di Busan dan penyelenggaraan Joint Workshop Produk Makanan dan Kemasan Makanan bagi para UKM Indonesia di Jakarta dan Makassar.

Pertemuan the 9th Council Director of the ASEAN Korea Centre diadakan pada 16-17 Februari 2017 di Lotte Hotel, Seoul, Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut Ari hadir mewakili Direktur Jenderal PEN, yang merupakan Council Director Indonesia pada AKC.

Ari menambahkan, Indonesia akan terus memanfaatkan AKC untuk mempererat hubungan dan kerja sama kemitraan ASEAN-Korea yang seimbang dan memberikan dampak positif untuk masyarakat kedua belah pihak.

“Sejak kerja sama kemitraan ASEAN-Korea secara resmi terjalin tahun 1989, Korea telah menjadi mitra dagang terbesar ke-5 bagi ASEAN. Sementara itu, ASEAN merupakan mitra dagang ke-2 bagi Korea pada tahun 2015. Untuk tahun 2020, ASEAN-Korea telah menyusun target perdagangan dua arah sebesar USD 200 miliar melalui kerangka ASEAN-Republic of Korea (ROK) Free Trade Agreement (AKFTA),” kata Ari.

Menurut Ari, dengan merujuk pada target ekspor antara ASEAN dan Korea sebesar USD 200 miliar tersebut, Indonesia akan terus berupaya memegang peranan penting dalam mewujudkan peningkatan nilai ekspor kawasan ASEAN ke Korea.

“Langkah-langkah untuk mencapai target tersebut, tentu saja juga diharapkan akan memberikan stimulus positif terhadap perdagangan Indonesia-Korea. Terlebih hingga saat ini (JanuariNovember 2016) perdagangan Indonesia-Korea mengalami surplus sebesar USD 253,58 juta, meningkat sebesar 136,26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2015 yang mengalami defisit sebesar USD 669,42 juta,” tutur Ari.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Ustadz Mokhammad Nasih

Tulisan Pesantren Dijual dan Isu Dolly Buka Kembali, Ini Klarifikasinya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (JH), ustadz Mokhammad Nasih melakukan klarifikasi tulisan yang akhir-akhir ini viral di media sosial terkait pemberitaan...
Rudi Suhartanto

Amankan Pilkades, DPMD Bentuk Panitia Pengawas

SERANG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 34 desa di Kabupaten Serang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 November mendatang. Sekretaris...

Jatim Jadi Tuan Rumah Workshop APPSI 2017

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop Assosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada tanggal 21-23 November 2017. Workshop yang...

KANAL WARGA TERBARU

Sanad Menghilangkan Fitnah Berita

Contoh, ada seorang yang mengabarkan sebuah berita :"Ada penyusup di HMI, jadi bertindak rusuh!". Yang membaca bisa salah persepsi. Ada yang memahami masuknya penyusup saat...

Fenomena Lepas Jilbab

Lepas jilbab dalam bahasan ini bermakna melepas jilbab dengan niat tidak menutup aurat yang seharusnya tidak diperlihatkan. Penekanannya bukan untuk menyalahkan pihak yang setuju...
KH. Luthfi Bashori

SELAGI PEMIMPIN ITU MASIH SHALAT, JANGAN DIPERANGI SECARA FISIK

Luthfi Bashori St. Ummul Mukminin St. Ummu Salamah Ra menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya akan diangkat penguasa di kalanganmu, lalu engkau ketahui mereka...