Resort di Sumbar ini Menggunakan Material yang Dilarang

3
2039

PADANG – Sumatera Barat terkenal dengan keelokan alamnya yang menawan, gunung, bukit, danau, pantai dan gugusan pulau–pulau kecilnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk meliriknya. Namun jangan asal investasi dengan mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan sumberdaya alam di dalamnya. Karena hal ini bisa menjeratnya kedalam perbuatan tindak pidana.

Adalah Suwarnadwipa, sebuah resort bergaya etnis di Sumatera Barat yang berada di pesisir Selatan kota Padang ini yang diduga mengambil terumbu karang untuk membangun kawasan resortnya. Resort Suwarnadwipa ini dikembangkan oleh PT. Suwarnadwipa Wisata Mandri dengan akta notaris pendirian perusahaan No.1 tanggal 6 November 2014. Di dalam akta tersebut tercantum nama Hendri alias Hendri Long, Irawan Gea alias Wan dan Hendri alias Hendri Au sebagai pemilik Perseroan Terbatas tersebut.

“Jumlah yang terpasang material dari terumbu karang di resort ini mencapai 163,64 m3 yang dipasang pada shower, gazebo, bangunan cottage, dapur, tembok selamat datang, lampu tanam, penahan gelombang hingga saluran air/selokannya,” jelas seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DKP Sumatera Barat, yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa resort yang dikembangkan oleh PT. Suwarnadwipa Wisata Mandiri ini diduga telah melanggar Pasal 12 ayat (1) UU.No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan; “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan sumberdaya ikan dan/atau lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia”.

Pengembang juga diduga melanggar pasal 47 ayat (1) UU 32 tahun 2014 tentang kelautan dimana pihak pengembang belum memiliki ijin dalam melakukan pemanfaatan kawasan pesisir tersebut.

Akademisi dari Universitas Andalas, DR. Ir. Indra Junaidi, M.Sc menyayangkan adanya pemanfaatan material dari terumbu karang ini.

“Terumbu karang merupakan ekosistem penting di perairan. Keberadaannya dapat dianalogikan seperti hutan di daratan. Selain menjadi tempat hidup berbagai biota perairan, ekosistem ini juga merupakan penyerap karbon yang baik dan berfungsi sebagai bagian dari paru–paru dunia,” Jelas Indra Junaidi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ekosistem terumbu karang tersebut jika mengalami kerusakan maka membutuhkan waktu ratusan tahun untuk recovery ke dalam kondisi semula. Dan secara tidak langsung merusak dan menghilangkan sumberdaya ikan yang menjadi mata pencaharian nelayan tradisional di sekitar ekosistem terumbu karang.

EDITOR: Iwan S

BAGIKAN
loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

buku ips kelas 6

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu...
zainut tauhid

Belum Ada Sertifikat Halal Vaksin Difteri, MUI: Hukum Imunisasi itu Mubah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan MUI belum menerima pendaftaran dan permintaan pemeriksaan kehalalan vaksin difteri dari pihak...

Kongres HIPMI, Gus Ipul: Jangan Biarkan Pengusaha Asing Jadi Pemenang di Negeri Kita

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...