Resort di Sumbar ini Menggunakan Material yang Dilarang

3
2062

PADANG – Sumatera Barat terkenal dengan keelokan alamnya yang menawan, gunung, bukit, danau, pantai dan gugusan pulau–pulau kecilnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk meliriknya. Namun jangan asal investasi dengan mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan sumberdaya alam di dalamnya. Karena hal ini bisa menjeratnya kedalam perbuatan tindak pidana.

Adalah Suwarnadwipa, sebuah resort bergaya etnis di Sumatera Barat yang berada di pesisir Selatan kota Padang ini yang diduga mengambil terumbu karang untuk membangun kawasan resortnya. Resort Suwarnadwipa ini dikembangkan oleh PT. Suwarnadwipa Wisata Mandri dengan akta notaris pendirian perusahaan No.1 tanggal 6 November 2014. Di dalam akta tersebut tercantum nama Hendri alias Hendri Long, Irawan Gea alias Wan dan Hendri alias Hendri Au sebagai pemilik Perseroan Terbatas tersebut.

“Jumlah yang terpasang material dari terumbu karang di resort ini mencapai 163,64 m3 yang dipasang pada shower, gazebo, bangunan cottage, dapur, tembok selamat datang, lampu tanam, penahan gelombang hingga saluran air/selokannya,” jelas seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DKP Sumatera Barat, yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa resort yang dikembangkan oleh PT. Suwarnadwipa Wisata Mandiri ini diduga telah melanggar Pasal 12 ayat (1) UU.No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan; “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan sumberdaya ikan dan/atau lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia”.

Pengembang juga diduga melanggar pasal 47 ayat (1) UU 32 tahun 2014 tentang kelautan dimana pihak pengembang belum memiliki ijin dalam melakukan pemanfaatan kawasan pesisir tersebut.

Akademisi dari Universitas Andalas, DR. Ir. Indra Junaidi, M.Sc menyayangkan adanya pemanfaatan material dari terumbu karang ini.

“Terumbu karang merupakan ekosistem penting di perairan. Keberadaannya dapat dianalogikan seperti hutan di daratan. Selain menjadi tempat hidup berbagai biota perairan, ekosistem ini juga merupakan penyerap karbon yang baik dan berfungsi sebagai bagian dari paru–paru dunia,” Jelas Indra Junaidi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ekosistem terumbu karang tersebut jika mengalami kerusakan maka membutuhkan waktu ratusan tahun untuk recovery ke dalam kondisi semula. Dan secara tidak langsung merusak dan menghilangkan sumberdaya ikan yang menjadi mata pencaharian nelayan tradisional di sekitar ekosistem terumbu karang.

EDITOR: Iwan S

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...