Rekap KPU Sumbar Selesai: Prabowo Menang Telak 85,92%, Selisih Lebih 2 Juta Suara dari Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID – Akhirnya setelah beberpa kali molor, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Barat pada Ahad (12/5) malam, menyelesaikan proses rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019.

Pleno rekapitulasi KPU di tingkat Provinsi Sumbar yang dijadwalkan selesai pada Jumat (9/5) harus tertunda beberapa kali kaerna beberapa penghitungan di KPU Kabupaten/Kota mengalami perbaikan.

Dalam rekapitulasi yang diadakan di Hotel Pangeran Padang sejak Rabu (8/5) lalu tersebut, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga menang telak dari pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Prabowo Menang Telak dengan Selisih Lebih 2 Juta Suara dari Jokowi

Hasil rekapitulasi Pilpres 2019 KPU Provinsi Sumatera Barat yang selesai Ahad (12/5/2019)

Prabowo-Sandiaga berhasil meraih dukungan masyarakat Sumatera Barat yang dikenal juga sebagai Ranah Minang dengan angka yang sangat besar, yakni sebanyak 2.488.733 suara atau 85,92 persen dari suara sah yang berjumlah 2.896.494 suara.

Sementara Jokowi-KH Ma’ruf hanya meraih dukungan dari masyarakat Sumbar sebanyak 407.761 suara atau hanya 14,08 persen dari seluruh suara sah.

Prabowo Menang Telak di 18 Wilayah, Sisakan Hanya 1 Kabupaten Untuk Jokowi

Hasil rekapitulasi Pilpres 2019 KPU Provinsi Sumatera Barat yang selesai Ahad (12/5/2019)

Pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, dan Berkarya ini hampir menyapu bersih seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Hanya 1 Kabupaten saja yang berhasil dimenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Di Mentawai dengan jumlah suara sah sebanyak 50.327 suara, Jokowi-KH Ma’ruf mendapay dukungan sebanyak 41.116 suara (81,70%). Sementara Prabowo-Sandiaga mendapat dukungan sebanyak 9.211 suara (18,30%).

Padang Menjadi Penyumbang Suara Terbesar Prabowo-Sandiaga

Hasil rekapitulasi Pilpres 2019 KPU Provinsi Sumatera Barat yang selesai Ahad (12/5/2019)

Kota Padang menjadi penyumbang suara terbesar bagi Prabowo-Sandiaga dengan memberikan dukungan sebanyak 406.698 suara, sementara Jokowi-KH Ma’ruf hanya meraih 63.491 suara.

Untuk persentase kemenangan terbesar, diraih Prabowo-Sandiaga di Kabupaten Pariaman dengan mengumpulkan 91,80 persen suara dari total suara sah yang berjumlah 51.242 suara. Di Kabupaten ini, Jokowi-KH Ma’ruf hanya meraih 4.200 suara.

Berikut Table Rekapitulasi KPU Sumbar Untuk Pilpres 2019;

NoKAB/KOTAJOKOWIPRABOWOTOTALJOKOWI (%)PRABOWO (%)
1Sawahluno7.07731.34138.41818,42%81,58%
2Padang Panjang3.99327.64531.63812,62%87,38%
3Sijunjung15.705110.012125.71712,49%87,51%
4Dharmasraya38.77387.568126.34130,69%69,31%
5Pariaman4.20047.04251.2428,20%91,80%
6Padang Pariaman20.587193.899214.4869,60%90,40%
7Pesisir Selatan36.900230.042266.94213,82%86,18%
8Kep Mentawai41.1169.21150.32781,70%18,30%
9Tanah Datar22.273175.855198.12811,24%88,76%
10Agam25.520231.561257.0819,93%90,07%
11Solok17.865188.198206.0638,67%91,33%
12Bukittinggi7.89655.01162.90712,55%87,45%
13Kota Solok4.95535.61040.56512,21%87,79%
14Pasaman Barat34.418183.643218.06115,78%84,22%
15Padang63.491406.698470.18913,50%86,50%
16Payakumbuh9.56464.40873.97212,93%87,07%
17Lima Puluh Kota25.662185.265210.92712,17%87,83%
18Pasaman13.642146.717160.3598,51%91,49%
19Solok Selatan14.12479.00793.13115,17%84,83%
TOTAL407.7612.488.7332.896.49414,08%85,92%

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy