Pemkab Bangka Belitung Bentuk Perda Khusus Adat

TANJUNGPANDAN, SERUJI.CO.ID – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan meminta pemerintah kabupaten/kota segera membentuk Perda Khusus tentang Adat Istiadat Perdukunan, agar pemerintah mudah membantu masyarakat melestarikan kebudayaan di daerah itu.

“Pemerintah kabupaten/kota harus mendukung adat istiadat masyarakat dalam melestarikan tradisi, karena ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah ini,” kata Erzaldi Rosman Djohan saat menghadiri tradisi masyarakat Belitung Maras Taun di Desa Lasar, Ahad (8/4).

Ia mengatakan tradisi Maras Taun merupakan acara adat yang besar dan patut dilestarikan melalui pembentukan perda khusus agar bantuan pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat adat tidak menyalahi peraturan berlaku.

“Adat ini merupakan suatu kebanggaan dan sangat penting, kalau mau maju kita buat kegiatan dan kebijakan. Jangan abaikan adat istiadat kampung, pelihara agar berkesinambungan, karena dengan adat, karena keindahan alam tidak lengkap jika tidak diikuti dengan adat istiadat,” ujarnya.

Menurut dia dari tahun ke tahun pengunjung pelaksanaan tradisi Maras Taun ini meningkat dan memberi warna dengan mengundang turis.

“Saya sangat senang dan bangga, karena pada puncak maras taun yang digelar sekali dalam setahun ini disediakan 1.000 makanan bedulang menjadi simbol tradisi tersebut untuk menyambut tamu udangan, wisatawan serta masyarakat,” katanya.

Pjs Bupati Belitung, Suhirman menyatakan segera membuat Perda Khusus tentang Adat Istiadat Perdukunan, agar bantuan yang diberikan tidak menyalahi aturan.

“Mari kita tingkatkan persatuan, lestarikan budaya Belitung,” katanya.

Ketua Forum Persatuan Dukun Belitung dan Belitung Timur, Mukti Maharip menyatakan duduk bersila sambil makan bedulang tanpa membedakan derajat dan jabatan menjadi adat Belitung sejak lama.

“Ini seperti tidak sopan, harus duduk bersama, tetapi itulah adat budaya dan ciri khas masyarakat Belitung,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan