Panwaslu: Perusakan Atribut Kampanye Masuk Ranah Pidana

PADANG, SERUJI.CO.ID – Panitia Pengawas Pemilu Kota Padang, Sumatera Barat, menyatakan perusakan atribut pilkada merupakan tindakan pidana yang jika terbukti bersalah akan diberi sanksi kurungan maksimal enam bulan dan denda Rp1 juta.

“Oleh sebab itu kami mengingatkan seluruh pihak jangan sampai terlibat dalam perusakan atribut pilkada karena hal itu melanggar undang-undang,” kata Ketua Panwaslu Padang, Dorri Putra di Padang, Rabu (11/4).

Panwaslu, katanya, akan menindak pelanggaran seperti itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 terlebih dahulu memenuhi syarat formal dan materil.

Menurutnya, jika ada perusakan atribut yang terjadi dan seluruh seluruh unsur dan buktinya, maka Panwaslu akan menyerahkan kasus itu ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yang terdiri atas Panwaslu, kepolisian, dan kejaksaan.

“Nanti jika syarat formal dan materilnya lengkap, penyidikannya dilanjutkan oleh kepolisian sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Di Padang, katanya, ada indikasi perusakan atribut sehingga muncul opini-opini di tengah masyarakat bahwa penyelenggara pilkada tidak adil dalam membagi atribut.

“Hal-hal seperti ini yang harus kami redam, apalagi gejolak di tengah masyarakat disebabkan oleh masalah atribut yang dirusak,” kata dia.

Sementara Koordinator Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik KPU Kota Padang, Mahyudin menyebutkan sampai saat ini perusakan atribut merata terjadi di 11 kecamatan yang ada di Kota Padang.

“Untuk atribut pilkada yang roboh semuanya sudah diperbaiki oleh PPK dan PPS, namun yang hilang KPU tidak memiliki anggaran dana untuk menggantinya,” ujar Mahyudin.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan rekap terkait perusakan atribut namun ada yang bertambah sehingga sampai saat ini belum bisa dihitung secara keseluruhan.

“Untuk perusakan umbul-umbul terjadi di Pasa Gadang, Padang Selatan, Koto Tangah, Aia Pacah, Ikua Koto, perusakan spanduk yang terjadi di Koto Tangah. Kemudian di Andalas, Kecamatan Padang Timur spanduknya ada namun tiangnya sudah hilang,” tambahnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.