Longsor di Sitinjau Laut, Jalur Jalan Padang-Jambi Terputus


PADANG, SERUJI.CO.ID – Tanah longsor di Panorama Dua, Sitinjau Laut, mengakibatkan akses jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Kota Padang dengan Provinsi Jambi terputus pada Rabu (12/12/) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

“Material longsor dengan ketinggian dua meter itu menutup badan jalan sepanjang 30,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat E Rahman di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (12/12).

Satu unit mobil Toyota Avanza dilaporkan ikut terseret longsor, namun penumpangnya dapat menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa.

Unit Tim Reaksi Cepat (TRC) Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pembersihan materil.

“Pusdalops Sumbar dan Kota Padang meminta bantuan alat berat ke (Dinas) PU (Pekerjaan Umum) Sumbar untuk bisa membantu pembersihan material longsor,” katanya.

Saat ini tim masih bekerja di lapangan dan berupaya agar secepatnya akses jalan lintas Sumatera itu kembali bisa dilalui.

Longsor yang menutupi badan jalan di Sitinjau Laut akibat tingginya curah hujan dua hari terakhir di Sumbar yang mengakibatkan kondisi tebing tanah menjadi labil.

Jalan lintas Sumatera yang melewati Kota Solok itu juga menjadi akses utama bagi masyarakat dari Pekanbaru menuju Padang, karena ruas jalan utama jalur itu juga terputus akibat jembatan ambruk dua hari lalu.

Akibatnya jalan lintas melalui Solok makin dipadati oleh kendaraan sehingga ratusan kendaraan terjebak macet.

Untuk sementara alternatif jalur Padang-Pekanbaru yang tersisa adalah melewati jalur Sicincin-Malalak atau melewati kelok 44 terus ke Pariaman dan Padang.

Namun, dua jalur itu melewati tebing-tebing yang cukup curam hingga juga rawan longsor saat hujan lebat.

“Kami mengimbau pengendara agar tetap menjaga kewaspadaan melewati jalur-jalur rawan longsor terutama saat hujan lebat,” pungkasnya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close