KPU Babel Selesaikan Rekapitulasi Suara di Tujuh Kabupaten/Kota


PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID – KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 di tujuh kabupaten/kota pada Selasa (7/5) malam pukul 20.30 WIB.

“Alhamdulillah ini sudah selesai, tinggal nanti kita akan bacakan hasil keseluruhan rapat pleno terbuka ini,” kata Ketua KPU Provinsi Kepulauan Babel Davitri saat istrirahat memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara Pemilu 2019 di Pangkalpinang, Selasa (7/5) malam.

Ia mengatakan rapat pleno terbuka ini dimulai pada Ahad (5/5) dan dijadwalkan selesai pada Selasa (7/5) di Pangkalpinang memplenokan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu di Kota Pangkalpinan, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

“Kita berharap para saksi juga menandatangani hasil rapat pleno ini,” katanya

Menurut dia, apabila ada saksi yang keberatan atas hasil rapat pleno ini, maka dipersilahkan mengajukan keberatan dalam formulir DC2 KPU.

“Keberatan saksi ini diharapkan ada alasan yang jelas dan disertai bukti-bukti yang kuat tahapan pleno ini,” katanya.

Ia mengatakan hasil pleno ini belum bisa dipublikasikan ke masyarakat, karena belum ditandatangani oleh anggota KPU, Bawaslu, saksi parpol dan caleg.

“Untuk saat ini kita belum bisa menyampaikan pasangan capres yang unggul atau perolehan suara caleg, karena masih proses pembacaan hasil pleno dan belum ditandatangani KPU, Bawaslu dan saksi-saksi peserta pleno ini,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close