Dapat Honor Tak Layak, Dokter di Puskesmas Aceh Mengundurkan Diri

TAPAKTUAN, SERUJI.CO.ID – Sejumlah dokter umum Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan mengundurkan diri, karena mendapat honor Rp1 juta/bulan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalani.

Informasi yang dihimpun di Tapaktuan, Jumat (9/3), persoalan mundurnya tenaga dokter disebut-sebut karena kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan para dokter dari Pemkab Aceh Selatan khususnya pihak Dinas Kesehatan.

Untuk satu orang tenaga dokter umum berstatus bhakti yang bekerja di Puskesmas tanpa kejelasan penghasilan yang ditetapkan pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan, hanya dibayar honor sebesar Rp1 juta/bulan.

Honor itupun sepenuhnya dibebankan kepada pihak Puskesmas dengan cara disisihkan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterima Puskesmas bersangkutan, tanpa ada inisiatif dari dinas terkait menyuntikkan anggaran untuk honor para tenaga dokter umum tersebut dari sumber APBK.

Akibat mendurnya sejumlah dokter tersebut, Pukesmas mengalami kekurangan tenaga dokter sejak beberapa bulan terakhir.

Mundurnya para dokter umum dari pekerjaannya karena jerih payah yang diterima tak sebanding dengan beban kerja yang dijalani. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.

“Istri saya yang sudah begitu capek dan menghabiskan anggaran cukup besar untuk menyelesaikan kuliah hanya dihargai jerih payahnya bekerja di salah satu Puskesmas di Aceh Selatan sebesar Rp1 juta/bulan,” kata salah seorang suami dokter umum yang telah mengundurkan diri.

Menurut dia, honor sebesar itu rasanya sangat tidak sesuai dengan beban kerja yang dijalani setiap hari kerja harus melayani ratusan pasien yang membutuhkan pengobatan.

Disebutkan, dengan honor sebesar itu yang dibayarkan sangat jelas membuktikan bahwa Pemkab Aceh Selatan benar-benar tidak menghargai keahlian dan ilmu yang dimiliki oleh seorang dokter.

Karena itu, dia meminta kepada Plt Bupati Aceh Selatan Kamarsyah segera memanggil Kadis Kesehatan Mardaleta M Thaher untuk mengkaji ulang sistem perekrutan tenaga dokter termasuk besaran penghasilan yang diterima.

Terkait kekurangan tenaga dokter ini, juga diakui Kepala Puskesmas Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Irvandi. Menurutnya, di Puskesmas yang dia pimpin saat ini hanya memiliki satu orang tenaga dokter umum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Negeri Bohong

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

TERPOPULER