Wakil Bupati Ponorogo Buka Grand Final Duta Pelajar NU

PONOROGO, SERUJI.CO.ID – Wakil Bupati Ponorogo, Sudjarno membuka kegiatan Grand Final Duta Pelajar NU Ponorogo di Pendopo Kabupaten, Ahad (31/3).

Total 14 finalis ikut bertanding memperebutkan gelar ‘Duta Pelajar’ dalam kegiatan yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tersebut.

Duta Pelajar NU Ajang Ciptakan Kader Untuk Majukan NU dan Bangsa

 

14 Finalis Mengikuti Grand Final Pemilihan Duta Pelajar NU Ponorogo di Pendopo Kabupaten, Ahad (31/3/2019). (Foto:Yanuar Abidin/SERUJI)

Sudjarno mengatakan, ajang Duta Pelajar NU harus dapat menciptakan kader yang bukan saja memajukan NU, tapi juga memajukan bangsa dan negaranya.

“Duta Pelajar NU adalah generasi muda yang kompeten. Selain memajukan organisasinya yaitu NU, mereka harus ikut serta memajukan bangsa dan negaranya dengan kompetensi tersebut,” katanya.

Selain itu, Sudjarno juga menekankan pentingnya generasi muda untuk menghindari penggunaan gadget dan media sosial secara berlebihan.

“Dan saya juga melihat perlunya para generasi muda untuk tidak menggunakan gadget dan medsos secara berlebihan. Akan lebih baik jika waktu dan daya mereka ini, diterapkan dalam kehidupan nyata,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berpesan pada finalis Duta Pelajar NU untuk tidak berhenti dalam belajar. Menurut Wakil Bupati, mencari ilmu adalah suatu kewajiban yang tidak ada batasnya.

“Pada finalis yang terpilih menjadi Duta Pelajar NU, jangan berhenti mencari ilmu sampai di sini saja. Lanjutkan terus belajarnya,” pesan Sudjarno.

Duta Pelajar NU Bertugas Mensosialisasikan Program NU

Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno dan 14 Finalis Duta Pelajar NU Ponorogo di Pendopo Kabupaten, Ahad (31/3/2019). (Foto: Yanuar Abidin/SERUJI)

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Ponorogo, Fatchul Azis menjelaskan bahwa Duta Pelajar NU adalah suatu kegiatan untuk mencari kader-kader unggulan NU.

“Kegiatan Duta Pelajar NU merupakan ajang untuk memilih kader terbaik IPNU-IPPNU, di mana Duta Pelajar ini nanti akan membantu mensosialisasikan program-program NU ke masyarakat,” ujar Fatchul Azis.

Fatchul Azis juga mengajak para pelajar untuk tetap berpegang teguh pada jargon trilogi IPNU/IPPNU yaitu belajar, berjuang, dan bertaqwa.

“Belajar sampai akhir hayat, berjuang untuk masyarakat dan negara, dan bertaqwa pada Allah,” pungkasnya.

Editor:Hrn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.