Silaturahim Ulama Jatim Hadirkan Pangdam dan Kapolda

0
52
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifien. (Foto: kominfo.jatimprov.go.id)

SURABAYA – Dua jenderal bintang dua di Jawa Timur, yakni Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifien menghadiri seminar nasional dan silaturahmi ulama Jawa Timur. Acara yang juga diikuti 2.000 santri ini diisi paparan dari Panglima TNI yang diwakili Asisten Teritori (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto.

“Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini dengan menghadirkan Panglima TNI adalah untuk menyiapkan dan membekali  kepada para santri agar mampu meneruskan dan  menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seutuhnya,” kata KH Asef Saifudin Chalim saat kegiatan di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/2).

Acara mengambil tema “Eksistensi Santri Dalam Membangun Peradaban Bangsa di Era Globalisasi”. Ketua MUI Jatim KH Abdus Somad Buchori yang hadir dalam acara juga menyampaikan paparan materi dengan tema “Memupuk Rasa Jihad Untuk Membentengi NKRI”.

Selanjutnya, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto memaparkan tentang situasi dan kondisi Indonesia. Wiyarto menjelaskan berbagai persoalan terkait aspek ketahanan pangan hingga aspek pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Negara kita ini banyak yang ingin memiliki karena negara kita kaya akan sumber energi. Kita negara agraris, maka akan terasa aneh apabila kita justru mengimpor beras dari negara lain. Oleh karena itu, sejak 2015 TNI mengadakan pendampingan kepada para petani, sehingga kita mampu menjadi negara swasembada pangan,” jelasnya. Ia juga mencontohkan dengan menunjukkan negara-negara konflik yang semuanya bukan tidak mungkin akan terjadi  di NKRI.

“Yang sengaja diciptakan oleh negara negara lain seperti Amerika, dengan maksud untuk mengambil kekayaan yang ada pada negara kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini pula diputarkan video pelatihan anak-anak yang direkrut oleh para teroris untuk menjadi penerus dari orang tuanya untuk menjadi teroris.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Ustadz Mokhammad Nasih

Tulisan Pesantren Dijual dan Isu Dolly Buka Kembali, Ini Klarifikasinya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (JH), ustadz Mokhammad Nasih melakukan klarifikasi tulisan yang akhir-akhir ini viral di media sosial terkait pemberitaan...
Rudi Suhartanto

Amankan Pilkades, DPMD Bentuk Panitia Pengawas

SERANG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 34 desa di Kabupaten Serang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 November mendatang. Sekretaris...

Jatim Jadi Tuan Rumah Workshop APPSI 2017

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Jawa Timur menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop Assosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada tanggal 21-23 November 2017. Workshop yang...

KANAL WARGA TERBARU

Sanad Menghilangkan Fitnah Berita

Contoh, ada seorang yang mengabarkan sebuah berita :"Ada penyusup di HMI, jadi bertindak rusuh!". Yang membaca bisa salah persepsi. Ada yang memahami masuknya penyusup saat...

Fenomena Lepas Jilbab

Lepas jilbab dalam bahasan ini bermakna melepas jilbab dengan niat tidak menutup aurat yang seharusnya tidak diperlihatkan. Penekanannya bukan untuk menyalahkan pihak yang setuju...
KH. Luthfi Bashori

SELAGI PEMIMPIN ITU MASIH SHALAT, JANGAN DIPERANGI SECARA FISIK

Luthfi Bashori St. Ummul Mukminin St. Ummu Salamah Ra menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya akan diangkat penguasa di kalanganmu, lalu engkau ketahui mereka...