Silaturahim Ulama Jatim Hadirkan Pangdam dan Kapolda

SURABAYA – Dua jenderal bintang dua di Jawa Timur, yakni Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifien menghadiri seminar nasional dan silaturahmi ulama Jawa Timur. Acara yang juga diikuti 2.000 santri ini diisi paparan dari Panglima TNI yang diwakili Asisten Teritori (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto.

“Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini dengan menghadirkan Panglima TNI adalah untuk menyiapkan dan membekali  kepada para santri agar mampu meneruskan dan  menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seutuhnya,” kata KH Asef Saifudin Chalim saat kegiatan di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Selasa (21/2).

Acara mengambil tema “Eksistensi Santri Dalam Membangun Peradaban Bangsa di Era Globalisasi”. Ketua MUI Jatim KH Abdus Somad Buchori yang hadir dalam acara juga menyampaikan paparan materi dengan tema “Memupuk Rasa Jihad Untuk Membentengi NKRI”.

Selanjutnya, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto memaparkan tentang situasi dan kondisi Indonesia. Wiyarto menjelaskan berbagai persoalan terkait aspek ketahanan pangan hingga aspek pencegahan radikalisme dan terorisme.

“Negara kita ini banyak yang ingin memiliki karena negara kita kaya akan sumber energi. Kita negara agraris, maka akan terasa aneh apabila kita justru mengimpor beras dari negara lain. Oleh karena itu, sejak 2015 TNI mengadakan pendampingan kepada para petani, sehingga kita mampu menjadi negara swasembada pangan,” jelasnya. Ia juga mencontohkan dengan menunjukkan negara-negara konflik yang semuanya bukan tidak mungkin akan terjadi  di NKRI.

“Yang sengaja diciptakan oleh negara negara lain seperti Amerika, dengan maksud untuk mengambil kekayaan yang ada pada negara kita,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini pula diputarkan video pelatihan anak-anak yang direkrut oleh para teroris untuk menjadi penerus dari orang tuanya untuk menjadi teroris.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.