Setelah Paksa Penghuni Keluar, PT. KAI Membiarkan Rumah Dinas Tak Terawat

3
175
Bekas rumah dinas PT. KAI yang dulu dikosongkan paksa, kini seperti dibiarkan tak terawat. (Foto: Darmianto)

MADIUN – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sejak beberapa tahun belakangan ini telah memerintahkan pengosongan beberapa rumah dinas, aset eks PJKA. Pengosongan bahkan dilakukan dengan cara paksa yang mendapatkan perlawanan dari penghuni rumah.

Rumah yang dipaksa ditinggal penghuninya tersebut saat ini dalam kondisi tidak terawat bahkan ada yang sudah dalam kondisi akan ambruk dengan ditumbuhi tanaman liar diseluruh permukaan rumah.

Ketua Perkumpulan Mayapada Pinasthi (warga eks rel kereta api lintas Madiun-Slahung), Darmianto menyayangkan kondisi rumah yang tidak terawat tersebut dan sikap PT.KAI yang memaksa mengosongkan paksa rumah tersebut.

“Kenapa PT.KAI dulu tega mengosongkan paksa, sedangkan saat ini rumah tersebut dalam kedaan rusak,” kata Darminato kepada SERUJI, Jumat (28/4), melalui pesan tertulisnya.

Darmianto menganggap tindakan PT. KAI yang dulu bernama PJKA tersebut sebagai tindakan yang arogan dan hanya memaksakan kehendak. “Apa guna mereka mengosongkan paksa para penghuni, apa ingin menunjukkan kalau PT.KAI itu sangat arogan?” katanya.

Dari berbagai informasi, PT. KAI Daop 7 Madiun telah beberapa kali melakukan pengosongan paksa atas aset eks PJKA yang ada di daerah operasi mereka. Pada desember 2016 PT. KAI juga telah melakukan perintah pengosongan paksa atas aset milik mereka yang ditempati di di Jalan Sukarno Hatta, RT/03, RW/03, Kelurahan Nologanten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

 

EDITOR: Harun S

loading...

3 KOMENTAR

  1. Mungkin lebih baik ditempati oleh penghuni sebelumnya daripada kosong tidak terawat atau bisa juga dengan menyewakan sehingga bisa menjadi pendapatan tambahan bagi PT KAI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polisi Temukan Dua Kardus Miras di Pelabuhan Tahuna

MANADO, SERUJI.CO.ID - Polisi menemukan dua dus sekitar 46 botol minuman keras (miras) beralkohol jenis captikus pada sebuah kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tahuna,...

Pakde Karwo Pastikan Sanksi ASN Yang Berfoto Tunjukkan Dukungan ke Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan telah memberi sanksi terhadap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak netralan di Pilgub Jatim 2018, dengan berfoto...
Korban Miras Oplosan

Korban Miras Oplosan di RSUD Dr Soetomo Kian Bertambah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korban akibat menenggak minuman keras kian bertambah di Surabaya. Hingga kini terhitung sudah puluhan korban miras merasakan pesakitan di Rumah Sakit,...

Menangkan Pemilu 2019, Gerindra Bentuk Laskar Merah Putih

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra Jatim tampaknya tak setengah-setengah dalam mengejar target Pemilu 2019 mendatang. Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menargetkan sebanyak-banyaknya perolehan pemilu...

IFC: Indonesia Diharapkan Jadi Mode Busana Muslim Dunia

BOGOR, SERUJI.CO.ID - National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi menawarkan program konkrit membawa dunia ke Indonesia untuk...