Perbaikan Jalan Rusak di Jawa Timur Mencapai 80 Persen

SURABAYA – Jalan rusak di Jawa Timur yang sudah dilakukan perbaikan mencapai 80 persen.  Hal ini dinyatakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Surabaya.

Humas BBPJN VIII Shodiqin, Kamis (16/2) mengatakan, perbaikan jalan rusak di seluruh Jatim ini sudah dilakukan mulai Desember 2016 lalu hingga Februari 2017 ini. “BBPJN VIII melakukan pemeliharaan jalan berupa penambalan dan normalisasi saluran air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, adapun perbaikan jalan yang sudah dilakukan di ruas Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono perbaikan dilakukan pada 14 Februari. Jalan yang berlubang sudah tertutup 71 persen. Dari 3.165 lubang jalan, saat ini sudah 2.496 yang tertutup. Ruas lainyang ikut dilakukan penambalan, yaitu Waru-Sidoarjo dikerjakan pada Kamis malam sekitar pukul 00.00-05.00 WIB.

Jalan Purwosari KM 58 + 400 arah Sukorejo juga dilakukan perbaikan mulai Kamis (16/2) dini hari dan dilanjutkan kembali, Jumat (17/2) dini hari. Jalan Kraton Pasuruan KM 55 saat ini juga sudah dilakukan penanganan.

“Kepala BBPJN VIII sudah mengumpulkan kepala satker pada, Selasa (14/2) kemarin. Beliau meminta satker dan PPK untuk segera menangani lebih cepat untuk menyelesaikan penanganan jalan rusak di Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian BBPJN VIII, Achmad Subki mengatakan, perbaikan jalan sudah dilakukan di ruas jalan Surabaya-Sidoarjo.  Target  dari jalur Surabaya-Sidoarjo adalah laju normal kendaraan.

Diakuinya, akibat sejumlah lubang di jalan berdampak pada lambatnya laju kendaraan yang melintasinya. Ini akibat permukaan aspal yang rusak dan rata. Dua hal itu harus segera diatasi, yaitu dengan dilakukan penambalan dengan aspal, sehingga perjalanan kembali normal dan tidak terjadi korban kecelakaan. “Kami BBPJN VIII bertanggung jawab pada kondisi permukaan aspal,” tegasnya.

Banyaknya lubang di jalan, BBPJN VIII tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Lembaganya memaksimal peran sesuai tugas pokok dan fungsinya, yaitu perawatan jalur utama. “Kami fokus pada perbaikan dan perawatan jalan saja secara rutin,” ujarnya.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER