Jalan Raya Gubeng Ambles, Pelaksana Proyek Basemen Siap Tanggung Jawab Penuh

0
19
  • 3
    Shares
Petugas pemadam kebakaran memeriksa kondisi tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (19/12/ 2018). (foto:Antara)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atas peristiwa amblesnya Jalan Raya Gubeng.

RDP yang digelar pada Selasa (19/12) malam di kantor DPRD Kota Surabaya itu menghadirkan pemilik, kontraktor, konsultan, dan beberapa organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Surabaya. Hadir juga perwakilan dari PT Saputra Karya dan PT Nusa Konstruksi Enjiniring.

Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji mengatakan, dari hasil dengar pendapat itu, kronologi terjadinya penurunan tanah hingga menyebabkan Jalan Raya Gubeng ambles muncul sejak pengerjaan basemen RS Siloam lantai 3 ke bawah.

“Kelanjutan pelaksanaannya sempat dihentikan dengan tujuan melakukan evaluasi,” kata Armuji, Kamis (20/12).

Menurutnya, izin yang sudah dilalui ada dua tahap. Pertama pada tahun 2015 untuk pembangunan 22 lantai, dan kedua saat direvisi untuk penambaham 6 lantai.

“Jadi tidak untuk rumah sakit saja, untuk hotel dan fasiltas lainnya juga,” tuturnya.

Armuji menyayangkan pelaksana proyek besemen tersebut tidak segera berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya ketika ada tanda-tanda penurunan tanah (settlement).

Namun, Armuji mengapresiasi sikap kontraktor pelaksana proyek basemen RS Siloam yang bersedia bertanggung jawab untuk membiayai perbaikan Jalan Raya Gubeng.

“Pemulihan (rekondisi) akan dimulai hari ini. Mereka berjanji akan menyelesaikannya. Pemkot (Surabaya) tidak perlu lagi menggunakan dana sepeser pun untuk rekondisi,” katanya.

Selain itu, pelaksana proyek disebut Armuji juga akan memulihkan semua dampak yang terjadi, termasuk beberapa bangunan di sekitar amblesnya Jalan Raya Gubeng.

“Kontraktor tanggung jawab penuh sampai normal kembali,” pungkasnya. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU