3,3 Juta Pelanggan PLN Jatim Dikenakan Kenaikan Tarif Adjustment

SURABAYA – Mulai Juni mendatang,  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Distribusi Jawa Timur akan memberlakukan tarif adjustment untuk pelanggan berdaya 900 Volt Ampere (VA).

“Kenaikan sebesar 36 persen ini diberlakukan bagi 3,3 juta pelanggan di luar tarif subsidi,” ungkap Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Pinto Raharjo di Surabaya, Senin (13/2).

Menurut dia, pengenaan tarif adjustment untuk listrik 900 VA kepada pelanggan nonsubsidi tersebut dimulai tahapannya pada Januari 2017 sebesar 32 persen. Selanjutnya, tarif listrik yang diambilkan dari selisih antara tarif keekonomisan dengan tarif subsidi itu kembali dinaikkan 32 persen pada Maret 2017.

Lalu, pada Mei 2017, dinaikkan lagi tarifnya menjadi 36 persen. Sehingga, di bulan Juni 2017, sebanyak 3,3 juta pelanggan itu akan mengikuti tarif adjustment yang saat ini sebesar Rp1.459 per KWh.

Penerapan tarif ini, lanjut Pinto, merujuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 028/2016. Regulasi yang sudah diterima PT PLN Distribusi Jatim itu akan diterapkan sesuai dengan data pelanggan penerima subsidi dan pelanggan listrik nonsubsidi di Jatim.

“Masyarakat harus melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk mendukung bahwa mereka memang pelanggan yang perlu disubsidi. Karena, bisa jadi, dulu mereka tergolong pelanggan kaya, tapi mendadak jatuh miskin keterangan itu yang kami perlukan,” katanya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi