Wali Murid SMP di Kulon Progo Keluhkan Pelaksanaan PPDB Secara Online

KULON PROGO, SERUJI.CO.ID – Orang tua dan wali murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019-2020 secara online atau daring.

Salah satu orang tua calon siswa SMP Negeri 4 Wates Sri Hidayati di Kulon Progo, Senin (1/7), mengatakan dirinya harus mendaftarkan secara daring sebelum mendaftar langsung ke pihak sekolah.

“Saat memasukan data harus benar-benar teliti dan benar, salah angka sedikit, harus diulang. Sebenarnya, pendaftaran ini menerapkan sistem zonasi, kenapa harus pakai sistem online,” kata Sri Hidayati.

Ia mengatakan mendaftarkan anaknya di sebuah warung internet di Kota Wates. Setelah mendaftar secara daring, kemudian hasilnya dicetak untuk bukti pendaftaran langsung ke sekolah.

“Di SMP Negeri 4 disediakan komputer dan petugas yang akan membantu orang tua atau wali murid, tapi harus antre panjang,” katanya.

Wali murid lain, Setyo, 22, yang mendaftarkan adiknya ke SMP Negeri 1 Lendah, Kecamatan Lendah, berpendapat, informasi terkait tata cara PPDB tahun ini belum tersampaikan di masyarakat. Sebab, ia masih melihat banyak wali murid yang kebingungan, terutama soal sistematika pendaftaran.

“Menurutku belum maksimal, masih banyak orang tua calon peserta didik yang belum mudeng (paham) sistematika pendaftarannya, jadi banyak yang bingung misal syarat-syaratnya gimana,” katanya.

Sementara itu, di SMP Negeri 2 Wates, Kecamatan Wates dan SMP Negeri 1 Galur, Kecamatan Galur, terjadi hal yang sama.

Kepala SMP Negeri 2 Wates, Turismiyat, mengatakan pada hari pertama PPDB, terdapat sejumlah calon wali murid yang masih kebingungan ihwal teknis pendaftaran di sekolah yang menampung sebanyak 128 calon siswa baru itu.

“Rata-rata para wali murid ini, belum memahami berkas apa yang harus dibawa dalam mendaftarkan anak maupun kerabat mereka. Mereka juga masih kebingungan soal pendaftaran daring, ada yang tanya harus ambil token atau tidak,” katanya.

Demi kelancaran PPDB, sekolah yang membuka jalur zonasi untuk siswa dari Kecamatan Wates dan Panjatan ini telah menyiapkan enam petugas di tiga loket. Masing-masing di loket penyerahan berkas putri, putra dan loket pengembalian bukti penyerahan berkas.

“Sistem pendaftaran online, dibantu oleh pengurus OSIS. Mereka bertugas hingga hasil PPDB diumumkan pada Kamis (4/7) mendatang,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kulon Progo Jujur Santoso mengatakan PPDB SMP di Kulonprogo diikuti 36 sekolah.

“Seluruh sekolah ini dibagi menjadi 35 zonasi. Ada dua SMP yang digabung menjadi satu zonasi yaitu SMPN 1 Wates dan SMPN 4 Wates karena lokasinya yang berdekatan,” katanya.

Disdikpora sudah memberikan bimbingan teknis bagi ahli IT setiap sekolah. Selain itu, sosialisasi sistem zonasi juga sudah diberikan kepada tiap sekolah.

“Pihak sekolah yang akan sosialisasikan lagi ke masyarakat,” kata Jujur.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER