Polres Bantul Tempatkan Pos di Kawasan Bundaran Srandakan


BANTUL, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menempatkan sebuah pos pelayanan terpadu di kawasan Bundaran Srandakan yang bisa dimanfaatkan para pemudik yang datang dari arah Kulon Progo atau barat.

“Ada satu pos pelayanan itu di Bundaran Srandakan yang merupakan pintu masuk dari Kulon Progo. Jadi, kami tempatkan pos pelayanan dan pos informasi di sana,” kata Kepala Polres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan di Bantul, Jumat (31/5).

Menurut dia, selain berfungsi sebagai pelayanan kepada pemudik yang memasuki atau melintasi wilayah Bantul dari jalur selatan, pos pelayanan juga bisa tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan mengemudi.

“Di sana mungkin disiapkan bengkel-bengkel yang sudah dikerjasamakan, kemudian untuk refleksi artinya memberi pelayanan kepada masyarakat yang akan mudik ke Bantul ataupun perlintasan mereka ke Yogyakarta dan ke Solo,” katanya.

Selain pos pelayanan terpadu yang bersinergi dengan instansi terkait, seperti unsur kodim, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Polres juga telah mendirikan lima pos pengamanan di jalur-jalur strategis wilayah Bantul.

Kapolres menyebutkan lima pos itu, yakni pospam di Sedayu Jalan Wates Klangon yang merupakan pintu masuk dari Kulon Progo lewat jalur tengah menuju Bantul atau pemudik yang melewati Sedayu menuju Yogyakarta.

“Kemudian pospam di Sewon, kami tempatkan di simpang empat Druwo, selain bisa memantau arus di ring road selatan juga ke arah Parangtritis (Jalan Parangtritis), kemudian pos di Simpang Empat Ketandan untuk memantau arus ke arah Piyungan menuju Gunung Kidul,” katanya.

Selanjutnya, pospam di Simpang Tiga Piyungan yang oleh kepolisian ditempatkan tim urai kemacetan, mengingat jalur ke arah Wonosari Gunung Kidul yang berbatasan dengan Bantul setiap arus mudik dan balik Lebaran arus padat.

“Jadi, anggota pengurai akan ke atas (jalan Wonosari) apabila jalanan macet. Namun, apabila sudah masuk Gunung Kidul, personel kami tarik. Yang terakhir pos pengamanan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis untuk arus wisata,” katanya.

Personel yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Progo 2019 atau dalam rangka pengamanan Lebaran di Bantul sebanyak 450 personel. Akan tetapi, pada pelaksanaan di lapangan jumlahnya ditambah.

“Karena yang 450 personel itu yang didanai. Akan tetapi, kami pertebal untuk wilayah-wilayah, termasuk objek wisata. Sementara itu, dari kodim sudah siagakan sekitar 200 personel, kemudian dari pemda, dishub, dan PMI juga ada,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close