384 Warga Lapas Cianjur Mendapat Remisi Idul Fitri, Empat Diantaranya Bebas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 384 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri, empat orang diantaranya langsung bebas bersamaan dengan hari lebaran.

Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Gumilar, di Cianjur Rabu (5/6), mengatakan hampir seluruh warga binaan di Lapas Cianjur mengajukan remisi lebaran, namun hanya 384 warga binaan yang mendapat remisi hari raya.

“Rata-rata yang mengajukan mendapatkan remisi dua bulan pengurangan masa tahanan. Sehingga empat orang diantaranya langsung bebas bertepatan dengan hari raya, sebelumnya mereka mengikuti serangkaian kegiatan susulan sebagai syarat kebebasan,” katanya.

Keempat warga binaan yang langsung bebas tersebut merupakan tersangka kasus pasal 363, 362 dan 625 tentang pencurian, dengan masa hukuman rata-rata sekitar selama tujuh tahun penjara. Mereka yang bebas langsung dijemput keluarganya masing-masing.

“Mereka yang mendapatkan remisi langsung bebas ada yang dijemput keluarganya atau pulang sendiri karena setelah melakukan tanda tangan, pihak lapas sudah tidak lagi bertanggung jawab,” katanya.

Ia menambahkan, tiga orang warga binaan juga mendapatkan program pembinaan, meskipun tidak mendapatkan remisi tetapi mereka diberikan program Pelepasan Bersyarat (PB). Mereka dibebaskan namun masih tetap dikenakan wajib lapor.

“Mereka melakukan asimilasi di luar, namun masih terdaftar sebagai warga binaan Lapas Cianjur dan masih diharuskan melakukan wajib lapor,” katanya.

Sementara jam besuk selama hari raya dipercepat dan waktunya dapat dilakukan pihak keluarga agak lama. Warga binaan dapat bertemu dengan keluarga di area terbuka tepatnya di lapangan yang terletak di tengah-tengah lapas. Tercatat hingga sore menjelang malam ribuan keluarga warga binaan memadati lapas untuk bersilaturahmi.

“Untuk jadwal besuk dimulai dari pukul 09.00 WIB yang biasanya baru dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dan prosesnya dilakukan di lapangan agar warga binaan dan keluarganya dapat bertemu secara leluasa, namun sebelum masuk lapas tetap dilakukan penggeledahan secara menyeluruh,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.